Fitnah

1202 Words

Amara menunggu kedatangan pasangan yang selalu menyakiti mata dan hatinya di sebuah cafe, yang berada di lantai bawah pusat perbelanjaan. Amara telah menghubungi anak buahnya untuk segera bersiap, karena ia telah melihat kakaknya yang berjalan dengan tangan Kemal yang terus menggenggamnya. "Dasar anak kecil, takut nyasar apa dia ya? Pake dianterin bahkan di tuntun begitu," cibirnya dengan senyum miring. "Waktunya memberikan kejutan," ucapanya dalam hati dengan bibir tersenyum menyapa kedatangan Kemal dan Amira. "Assalamualaikum, Dek." sapa mereka ketika sampai di meja tempat Amara menunggu. "Waalaikumsalam, Aa kok ikut?" tanyanya pada Kemal. "Aa cuma nganterin, abis ini mau langsung ke kantor." Kemal menarik kursi untuk diduduki Amira. "Ya udah, Aa berangkat ya. Pulangnya jangan sore-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD