Aku bingung ketika Ayah bertepuk tangan. Apa yang Ayah lihat? Aku melihat ke sekitar, tidak ada yang aneh. Tunggu. Aku harus menyuruh Regan untuk pergi. Tidak enak, kan, menahan Cowok itu lebih lama lagi. Cukup kemarin saja aku merepotkannya. "Terimakasih. Lo bisa pulang sekarang kok," "Ayah Lo kenapa?" tanya Regan. Aku bingung mau menjawab apa. Lagipula aku tidak tahu kenapa Ayah seperti itu. "Mungkin dia mau marahin gue karena kelamaan di kuburan. Bukan masalah besar kok. Tenang," aku menyunggingkan senyum untuk meyakinkan Regan. "Jangan lupa telefon gue kalau ada masalah," Aku balas mengangguk. Motornya melaju keluar gerbang. Usai tidak kelihatan lagi. Aku menengok ke arah pintu. Ayah masih ada di sana. Matanya itu… aku baru pertama kali melihat Ayah memandangku dengan tat

