115. Penyemangat

1096 Words

"Soal itu gue enggak tau," "Enggak ada rasa? Jangan dipaksain. Lo harus bilang sebenarnya karena Lo yang bakal menjalani," saran Regan. Deru laju kendaraan masuk ke dalam obrolan Mereka. "Tapi rasa bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, kan?" "Tergantung," Chesa tersenyum miring di balik helmnya. Regan saat ini terlalu serius, melontarkan sedikit candaan sepertinya tidak masalah. "Gimana kalau Lo yang jadi tunangan gue?" Bunyi decitan terdengar ketika Regan mengerem motornya secara tiba-tiba. Spontan tubuh Chesa terdorong ke depan, menyentuh punggung lebar Regan. Chesa panik. Ia mencoba melihat ke depan, namun kelihatannya tidak ada yang serius. "Lo enggak nabrak sesuatu, kan?" tanyanya gusar. "Apa Lo bilang?" "Lo enggak nabrak sesuatu, kan?" ulang Chesa dengan tatapan kesal.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD