"Aku enggak akan mengulangi lagi. Janji!" sahut Hana bersemangat. "Apa kamu pernah melihat Ibumu membeli obat itu?" Kening Hana mengernyit, "Aku enggak lihat. Aku juga kaget kok bisa Ibu meninggal gara-gara overdosis obat pacu persalinan itu." "Kamu enggak lihat dia mengkonsumsinya?" Hana menggeleng, "Enggak sama sekali. Sore tadi, habis Bi Rahayu pergi, aku juga pergi ke rumah Keisha buat ketemu dia karena malam ini Keisha berangkat ke luar negeri, Yah." Rizal semakin berpikir keras. Hana yang melihat itupun tersenyum samar. Ini waktunya untuk menyulutkan api ke dalam hati Ayahnya. "Seratus persen, ada orang yang emang benci banget sama Ibu. Mungkin dia yang--" "Tidak. Tidak mungkin. Ibumu orang baik. Ayah sudah mengenalnya lebih dalam." Rizal meletakkan foto itu di laci sampin

