Bang Satrio calling... Aku melongo saat nama tersebut muncul di layar. Bagaimana bisa dia menelefonku? Dia tahunya aku udah meninggal kan? Gosh! Apa jangan-jangan Trinity bocorin ke dia ya? Kuberikan ponselku pada Bima, syukurlah dia yang malam ini berjaga menemaniku di rumah sakit. "Gue yang angkat, lo jangan ngomong ya? Dengerin aja." Ucapnya, aku langsung mengangguk. "Hallo?" Sapa Bima tenang. "Hallo, Bran?" Terdengar suara Bang Satrio di kejauhan sana. "Sorry, ini siapa?" "Nomor ini namanya siapa di HP itu?" "Sorry, ini siapa?" Ulang Bima. "Ini Satrio, ini Bran? Kok suaranya beda?" "Dapet nomor ini dari mana?" "Jawab lah? Bran mana?" "Dapet nomor ini dari mana?" "Lha, kan Bran pernah nelepon gue pake nomor ini!" Shit! Dia bener! Bima melirik ke arahku dan aku mengangguk

