Trinity Dua hari menghilang, aku gak dicariin siapa-siapa. Yeah, aku kan mengikuti saran Mas Adit. Aku bilang ke Melinda aku pulang ke rumah Mbak Kika. Aku bilang ke Mbak Kika, aku bantuin Melinda ke luar kota. Mantap kan? Aku sudah mengambil draf revisian dari Bu Lidya. Syukurlah karena sudah tidak ada yang perlu diperbaiki lagi. Katanya, aku sudah boleh sidang! Jadi, di sini lah aku, duduk manis di koridor depan ruang Program Studi, ingin mengajukan jadwal sidang. Menunggu Kaprodi datang. Hari ini ku khususkan untuk mengurus semua urusan kampus. Jadwal sidang, kesediaan pembimbing, kesediaan penguji, ketua sidang, sampai ruang sidang yang kosong. Setelah semua selesai, aku kembali ke kostan untuk beristirahat sejenak. Melinda ada di kamar ketika aku masuk. "Hay Mel!" "Oy Ti, giman

