Tiga puluh tujuh

1411 Words

Trinity Mobil ini berhenti di parkiran sebuah rumah sakit. Aku langsung turun mengikuti Mas Adit. Ia tidak banyak bicara, langsung berjalan begitu saja bahkan tidak memastikan aku ngikut apa engga. Jalannya cepet banget dan aku harus menyamakan langkah agar tidak ketinggalan. Masuk ke bagian dalam rumah sakit, Mas Adit membawaku ke lift, naik 3 lantai. Setelah sampai lantai tujuan, Mas Adit terus berjalan ke bagian terdalam rumah sakit. Gosh! Ini aku gak dibawa ke kamar mayat kan? Lumayan lama kami berjalan, akhirnya Mas Adit berhenti di depan sebuah pintu. Pintu ini gak ada keterangannya. Entah ini ruang rawat, kamar mayat atau apa lah. Pintu ini polos. "Yuk masuk!" Ajaknya Aku mengangguk, tapi agak sedikit gugup. Belum siap dengan apa yang kutemukan di balik pintu ini. Mas Adit m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD