Trinity Berat banget dateng ke kampus buat bimbingan tuh. Gimana aku mau semangat coba kalau penyemangatku aja udah gak ada. Ya ampun, aku kangen Mas Bran. Gak ada satu hari terlewat tanpa mikirin Mas Bran. Aku memilih tinggal lagi di kost, rasanya sakit kalau tinggal dan tidur di tempat yang biasanya ada Mas Bran, terus sekarang dia gak ada. Gak sanggup aku. "Jadi berangkat gak?" Tanya Melinda. "Lo udah mandi?" "Udah, lo?" "Udah siap dari tadi," "Yaudah, ayok!" Aku mengangguk, turun dari kasurku yang posisinya ada di atas, lalu menuju meja belajar untuk mengambil draf revisian yang semoga jadi revisian terakhir. Mengikat rambut asal, aku mengambil slingbag lalu memasukan ponsel, powerbank yang sudah di-charge dan dompet ke dalam tas. "Yuk!" Ajakku. Melinda membuka pintu, kelua

