Oliver menatap tak berkedip perempuan yang berdiri di depannya. Untuk beberapa detik napasnya tertahan. Bola mata pria itu tak bergerak. Bertahan membalas tatapan sepasang mata sang istri. Oliver membelah sepasang bibirnya. Hanya sedikit untuk kemudian menghembus keluar karbondioksida. “Bagaimana, Tuan? Apa masih ada yang perlu saya perbaiki?" tanya Sang MUA seraya memperhatikan wajah cantik di sebelahnya. "Kalau menurut saya, Nyonya Hazel sudah tampil sempurna. Saya sengaja tidak memberikan make up tebal. Menurut saya tidak perlu karena nyonya Hazel sudah cantik secara alami.” Wanita itu tersenyum puas seraya memutar kepala--meluruskan pandangan ke depan. “Hanya sedikit sapuan make up seperti ini membuat kecantikan alami nyonya Hazel semakin menonjol. Saya yakin, nyonya Hazel akan men

