TIGA BELAS

1616 Words
Satu bulan setelah liburan ke Bali mereka jarang berkumpul, tetapi kini mereka sednag berkumpul di butik Gadis untuk mencoba batik dan kebaya untuk acara lamaran Syila. Mereka menunggu Gadis menyiapkan pakaiannya sambil minum kopi dan makan cemilan. Randi bercerita tentang dia yang sedang dekat dengan seorang cewek yang menurutnya berbeda dari yang sebelum - belumnya. Randi meminta saran kepada teman - temannya bagaimana meluluhkan hati seorang cewek yang cuek kepadanya, dan teman - temannya memberikan saran. Arkan sedari tadi memperhatikan Gadis dan karyawannya menyiapkan pakaian semuanya, fokus Arkan hanya ke Gadis. Selama satu bulan ini hubungan keduanya cukup dekat mereka sering pulang dan berangkat kerja bersama serta makan malam ataupun siang bersama. "Yuk kak di coba sudah aku siapkan." Ajak Gadis kepada yang ada di sana. "Kak Nino sama kak Syila mau nyoba lagi engga?" Tanya Gadis dan dijawab gelengan oleh keduanya. "Mereka aja Dis kalau kitakan sudah." Jawab Syila. Azka mulai terlebih dahulu mencoba batiknya dan di ikuti yang lain. Arkan mendekati Gadis kemudian dia meminta Gadis membantunya. "Bantu aku pakai batiknya." Pinta Arkan kepada Gadis dan hal itu tentu saja membuat Gadis terkejut. "Emmm kak bagaimana aku bantuin kaka masa kakak lepas baju di sini sih." Balas Gadis kemudian melihat sekeliling. "Yaudah ke ruangan kamu aja." Ajak Arkan yang mulai menggandeng tangan Gadis. "Apaan sih kak engga, nanti mereka mikir yang engga - engga sama kita. Udah sana kakak ganti di ruang ganti aja ya." Perintah Gadis kepada Arkan dan Arkan mengikuti perintah Gadis. Setelah mencoba beberapa dari mereka ingin diperbaiki ukurannya lagi karena ada yang kekecilan dan kebesaran. Gadis dan para karyawannya kemudian membantu mereka memilihkan ukuran yang pas untuk mereka. Arkan kini sudah berganti menggunakan batiknya, ia merasa sudah pas di badannya. Arkan kemudian berkaca apakah dia sudah rapi atau belum, setelah merasa rapi Arkan keluar menuju ruang tamu di butik. "Ganteng banget sih pak bos berasa mau ikutan ngelamar cewek ya." Goda Joni dan di soraki oleh teman - temannya. "Gue temenin deh Ar lo, baik kan gue sebagai calon sepupu lo?" Tanya Adit ikut meledek Arkan. Arkan hanya melihat keduanya dengan wajah datar sudah biasa ia mendengar godaan teman - temannya. Lain halnya dengan Gadis mendengar godaan teman Arkan untuk Arkan ia merasa sedih, Gadis berfikir bahwa Arkan saat ini sedang dekat dengan Putri wanita yang ditemuinya saat main golf di Bali. Arkan mendekat kepada Gadis yang sedang mengukur badan Syina kembali karena Syina ingin di kecilkan sedikit. Syina yang melihat Arkan mendekat hanya mendengus. "Kenapa sih kak ke sini? noh kalau mau ikut ngecilin baju ke yang lain ke Rara sana." Perintah Syina kepada Arkan yang hanya dibalas Arkan dengan menaikkan alis. "Gimana kak sudah pas?" Tanya Gadis karena ia sadar bahwa Arkan ingin berbicara kepadanya. "Emm bisa longgarin sedikit?" Tanya Arkan kepada Gadis. Akhirnya Gadis menjawab dengan anggukan kepala. "Bentar ya kak ini Syina sudah mau selesai ukur badannya. Kalau kakak engga mau nunggu bisa sama Rara, aku panggilin ya sepertinta dia udah selesai dengan kak Wenda." Jelas Gadis, Gadis ingin beranjak tapi tangannya di pegang Arkan. "Engga usah aku maunya kamu aja." Jawaban Arkan membuat Gadis merona. Setelah emnunggu sekitar 5 menit akhirnya Gadis telah selesai mengukur badan Syina kini ia mengukur badan Arkan. "Hmmm kakak ingin seberapa?" Gadis mulai melingkarkan metelin ke badan Arkan, sehingga terlihat seperti Gadis sedan memeluk Arkan. Melihat hal itu Syina memfoto keduanya dan dikirim ke grup keluarga. "Ya sudah segitu saja." Jawab Arkan. "Ok berarti semua di tambah 2 cm ya kak." Gadis menjelaskan kepada Arkan dan di balas anggukan kepala. "Dis punya Nando sudah belum?" Tanya Syina mulai membahas Nando dan Syina melihat perubahan raut wajah kakaknya. "Oh Nando sudah kamarin Syin dia ke sini saat jam makan siang dan aman kok batiknya." Jelas Gadis secara detail ke Syina. "Wuihhhhh makan siang bersama dong kalian kemarin?" Tanya Syina mulai kompor. "Iya tapi. makan di butik aja, soalnya Nando belum makan siang." Jawab Gadis sambil membersihkan perlengkapan ukur badan dan kertas. "Wihh nanti kayanya kak Nino cepat punya adik ipar nih." Goda Randi dan Citra. "Apaan sih kalian ini." Jawab Gadis yang malu karena di goda semuanya terkecuali Arkan. Arkan yang mendengaran godaan teman - temannya untuk Gadis dan Nando mulai tidak nyaman, dia gelisah dan ingin marah tetapi dia tidak mungkin meluapkan semuanya di sini. **** Wijaya Corp "Udah deh engga usah kusut gitu mukanya." Joni mulai berbicara kepada Arkan. "Lo tahu?" Tanya Arkan kepada Joni. "Ya elah Ar, lo pikir gue kenal lo abru setahun apa gimana? gue kenal lo dari SMP Ar SMP ya jelas gue tahu gelagat lo kalau suka sama cewek." Jelas Joni mulai emosi. "Gue bingung Jon gue mulai suka Gadis tetapi gue takut." Jujur Arkan Akhirnya. "Lo takut kenapa? takut ngehianatin Sari?" Tanya Joni to the point. "Ya lo tahu itu." Jawab Arkan. "Ya ampun Arkan ternyata selama ini elo engga bilang suka ke Gadis karena ini. Lo harus ingat deh Ar sebelum Sari meninggal kan dia membolehkan lo nikah lagi dia akan bahagia melihat lo bahagia Arkan Wijaya." Jelas Joni dengan menggebu - gebu. "Iya gue tahu Jon tapi gue tetap takut kalau gue engga bisa mencintai Gadis dengan sepenuhnya. " Jelas Arkan dia mulai mencurahkan isi hatinya. "Ar gini deh, semisal lo bilang ke Gadis pasti Gadis juga engga keberatan menerima lo dengan amsa lalu lo Gadis itu wanita yang baik Ar. Lo cukup menaruh Sari di bagian khusus hati lo hanya lo yang tahu rasanya dan jangan pernah di buka kembali Ar. Sekarang hati lo buat Gadis seorang Arkan." Jelas Joni memberi pengertian kepada Arkan. Arkan yang mendengar jawaban dari Joni mulai merenungkan semua itu dan ya benar dia harus menaruh cintnaya kepada Sari di bagian ruang hati yang hanya dia yang tahu dan tidak akan di buka kembali. Setelah obrolan mereka kini Arkan dan Joni sedang meeting dengan para staff di kantor untuk mengetahui perkembangan kantor saat ini. **** Gadis kini sedang keluar dari butik tetapi ia terkejut melihat mobil Arkan yang baru saja tiba dan Arkan keluar dari mobil. Arkan berjalan menuju Gadis yang masih mematung, Arkan melihat bahwa Gadis sangat cantik melebihi mendiang istrinya. "Oh hay kak, ada apa ya kakak ingin ganti ukuran batiknya lagi?" Tanya Gadis polos dan masih membahas ukuran batik Arkan. "Bukan, aku ke sini ingin menjemputmu apa kamu bawa mobil sendirian hati ini?" Tanya Arkan. "Eeee aku engga bawa mobil kak ini baru mau telpon pak Agus untuk menjemput." Jelas Gadis kepada Arkan sambil memperlihatkan handphonenya. "Ya sudah aku antar saja ya, hubungi orang rumah kamu pulang sama aku." Pinta Arkan kepada Gadis kemudian menggiring Gadis ke mobilnya. Saat di mobil Arkan Gadis mulai menghubungi orang rumah bahwa ia akan pulang dengan Arkan. Kini keduanya masih hening belum ada yang memulai pembicaraan. Gadis melihat jalanan tetapi ia mulai bingung ini bukan jalan ke rumahnya. "Kak ini bukan jalan arah ke rumah aku kan?" Tanya Gadis memastikan kepada Arkan. "Iya bukan, tadi aku sudah pesan makan di rooftop buat kita, mau kan?" Tanya Arkan kepada Gadis dan di iyakan oleh Gadis. Gadis merasa bahwa Arkan mulai berubah saat sesudah pulang dari Bali. Arkan mulai lembut dan perhatian. Mereka kini sudah sampai di tempat makan yang dimaksud oleh Arkan, mereka bertemu dengan pelayan dan pelayan membawa mereka ke rooftop. "Silahkan tuan nyonya." Ucap pelayan dengan sopan. "Ahh iya makasih ya mbak." Jawab Gadis dengan lembut dan dibalas senyuman oleh sang pelayan. Satu per satu makanan mulai di hidangkan di iringi dengan suara biola serta saxophone secara bergantian menambah kesan romantis di antara makan malam mereka. "Gimana suka?" Tanya Arkan kepada Gadis, Arkan melihat Gadis menikmati makan malam saat ini. " Suka banget kak makanannya enak dan aku suka ada musiknya." Jawab Gadis dengan antusias. Arkan yang mendengar jawaban Gadis mulai tersenyum. Gadis yang baru pertama kali melihat senyum Arkan terpesona, Gadis merasa Arkan lebih ganteng berkali - kali lipat. "Iya, aku tahu kamu suka suara dari biola dan saxophone." Jelas Arkan. "Kini bukan hanya suara dari kedua alat musik itu yang aku suka, tapi melihat senyum kakak aku suka." Jawab Gadis tanpa sadar, satu menit kemudian Gadis sadar apa yang ia ucapkan. "Kak maksud aku...." Jelas Gadis belum selesai. "Iya mulai sekarang aku akan tersenyum untuk kamu." Jawab Arkan yang membuat Gadis malu dan membuat pipinya merona. Setelah mereka selesai makan Arkan mengajak Gadis menuju pagar pembatas di rooftop, mereka dapat melihat indahnya kota Jakarta saat malam hari. Mereka berdua kini mulai menikmati suasana dan lampu kota dengan suasana hening. "Kamu tahu Dis aku mengajak kamu ke sini karena aku mau bercerita kepada tentang Sari." Jelas Arkan. Tentu Gadis tahu nama yang disebutkan Arkan, nama tersebut ada nama Gadis yang di cintai oleh Arkan. Gadis diam saja membiarkan Arkan mulai bercerita. "Aku pertama kali kenal Sari sewaktu SMA, waktu itu aku engga sengaja menabrak dia dari situ aku mulai berkenalan hingga akhirnya kita mulai pacaran. Setelah itu hubungan kita berlanjut hingga lulus kuliah, setelah lulus aku langsung menikahi dia dan dia menerima aku. Saat pernikahan pun kita bahagia walau belum memiliki momongan. 2 tahun lalu aku shock begitu mendengar dia kecelakaan tunggal saat akan pergi ke panti asuhan, karena kepergiannya membuat aku terpuruk." Jelas Arkan dengan diakhiri menghela napas. "Sejak 2 tahun lalu aku belum bisa membuka hati karena aku masih mencintai dan masih merasa bersalah kepadanya." Jelas Arkan. Gadis yang mendengar itu kemudian melihat Arkan. "Mendengar cerita kakak wajar kalau kakak sangat mencintai kak Sari. Kak semua yang terjadi merupakan kehendak Tuhan, kakak boleh bersedih dan bersalah tetapi kakak harus bangkit tidak boleh selalu merasakan itu agar kak Sari tenang dan bahagia. Apabila kakak sampai detik ini belum bisa membuka hati maka tidak apa - apa tapi belajar kak karena banyak yang sayang kakak." Jelas Gadis sambil melihat ke arah Arkan dan tersenyum. "Dis...."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD