Part 5. Kembali atau Jatuh Cinta

1062 Words
“kita gak perlu untuk saling kembali, kita hanya perlu melangkah maju di jalan yang berbeda karna saat ini, tujuan kita sudah beda” Malam ini Aleena berada di rumah mantan nya yaitu Marco satu-satu mantan yang bisa dibilang masih berhubungan sangat baik. Aleena ke sini untuk ikut memberi surprise kepada Tante Ratna yaitu mamanya Marco. “selamat ulang tahun yah tante” ucap Aleena sembari memeluk dan mencium pipi kanan Ratna “iya sayang, sering main-main dong kesini yaah kaya dulu lagi” kata Ratna Marco dan Aleena hanya tersenyum tipis, Ratna memang sangat baik pada Aleena bahkan sudah seperti anaknya sendiri. Namun, papa nya Marco lah yang tidak setuju pada Marco untuk berpacaran sampai selesai kuliahnya. Ada kata-kata papa Marco yang membuat hati Aleena sedikit sakit maka dari itu Aleena memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini, ya itu salah satu penyebab dari penyebab yang lainnya. Marco menghentikan mobilnya dipinggir jalan ketika ia akan mengantar Aleena pulang. “Kenapa co?” Marco menghela nafasnya “Ay, apa kita gak bisa kembali kaya dulu?” Marco biasa memanggil nama Ayya kepada Aleena Aleena diam dia menunduk tangannya memainkan gantungan tas nya “co...” gumamnya “aku gak tau, apa yang bisa membuat kita seperti ini” “maafin aku co, aku udah putusin kamu waktu itu” lirih Aleena “itu bukan salah kamu Ay, mungkin memang udah ada jalannya” Aleena tersenyum “iya, ternyata aku berfikir bahwa itu bukan kesalahan melainkan pilihan” “lalu, apa pilihan kamu sekarang?” tanya Marco “kita gak perlu untuk saling kembali, kita hanya perlu melangkah maju di jalan yang berbeda karna saat ini, tujuan kita sudah beda” lirih Aleena lalu menatap Marco Marco tersenyum tulus “iya Ay, tapi aku boleh yah selalu perduli sama kamu?” Aleena mengangguk dan tersenyum/ *** Saga sedang memainkan gitarnya dikursi santai di pinggir kolam renang rumahnya... tanpa sadar dia tersenyum ketika Aleena tiba-tiba saja muncul dibenaknya “Alien” ucap Saga lalu tersenyum Saga sempat tidak habis fikir ada cewek seperti Aleena datang ke hidupnya saat ini, entah mengapa tanpa Saga sadari dia menjadi lebih semangat menjalani hari-harinya. “MAMI!!” teriak Abel yang saat itu sudah berada di samping Saga Saga menoleh “Abel kamu kenapa teriak-teriak?” “harusnya Abel yang nanya, kenapa mas Saga senyum-senyum sendiri. Kan bikin serem” ucap Abel Saga yang mendengar hal itu langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali. “kenapa sih nak?” tanya Rika yang menghampiri “itu mas Saga senyum-senyum sendiri. Takut iiih” kata Abel sembari berlari ke dalam rumah Rika menggelengkan kepalanya lalu duduk disamping Saga dan menatapnya. Rika tersenyum “jadi, ada yang jatuh cinta?” Saga menaikan sebelah alisnya “siapa juga” Rika terkekeh pelan “hmm ayo dong bawa pacarnya ke rumah mami mau kenal” Saga hanya diam tidak menggubris. “eh iya, minggu depan jadi kan kamu ke rumah Mama kamu?” tanya Rika Saga menyimpan gitarnya di sampingnya lalu menggeleng pelan “Saga males ketemu sama suaminya” “jangang gitu dong, nanti kalo kamu nggak dateng mami ribut lagi sama mama kamu ntar dikira mami sengaja nggak izinin kamu pergi, biar bagaimanapun dia mama kandung kamu Saga” Saga menghela nafasnya pasrah lalu menggangguk. *** Aleena sedang terduduk di meja belajarnya dia tampak membuka sebuah buku berwarna biru muda, dia pun menuliskan sesuatu dilembar kosong buku tersebut. “Biru itu hadir kembali, hanya sekedar menyapa senduku. Senja tak menenggelamkan Biruku, tapi mentari tak juga mengindahkan Biruku. Takkan ku pinta Biruku kembali, karena yang telah pergi sukar ku pilih kembali namun, jika Tuhan mempertemukan kembali Biruku mungkin bukan untuk bersama kembali tapi, hanya untuk mengenang kembali” Ketika menuliskan kata-kata tersebut dibenak Aleena adalah Marco. Namun, Aleena membuka kembali lembar berikutnya dan dia tersenyum simpul karena seseorang yang terlintas dibenaknya. “Rasanya aku ingin kembali tersenyum, kembali tertawa dan kembali berharap. Cukup lama aku menutup diri dan hatiku, menyingkirkan semua yang menghampiri bukan mereka yang jahat sehingga ku jauhi tapi, akulah yang masih takut untuk menerima. Bukan hal baru yang menakutkan namun, aku takut kenangan buruk itu kembali hadir dengan seseorang yang berbeda” *** Aleena sedang berjalan-jalan sendiri di suatu mall, semenjak Aleena jomblo dia memang sering menghabiskan waktunya sendiri. Ketika dia ingin ke parkiran mobil tiba-tiba ada seorang cewek menabrak nya dengan cukup keras, bahkan sepertinya sengaja. Aleena menoleh dan menghela nafasnya “lo lagi-lo lagi” Cewek itu menatap wajah Aleena dengan sinis “hei tukang perebut cowok orang” gumamnya Aleena merasa emosinya sudah di ubun-ubun, dia sudah beberapa kali diperlakukan seperti ini oleh cewek tersebut namun, Aleena tidak ingin menggubrisnya. Aleena memejamkan matanya malas “gue selama ini diem yah bukan karna gue takut, kita nggak kenal dan sebisa mungkin kita nggak perlu saling kenal. Dan inget yah, cowok lo duluan yang deketin gue bukan gue. Dan ternyata, cowok lo nggak lebih dari cowok b******k” kata Aleena masih terlihat mengontrol emosinya Cewek tersebut mengepalkan tanganya lalu hendak memukul Aleena namun, tanganya ditahan oleh seseorang “cewek nggak pantes kaya gini” gumam nya pelan Aleena terkejut melihat Saga yang berada dihadapannya sekarang. Cewek tersebut pun pergi meninggalkan mereka. “kak Saga” “pulang” kata Saga sembari menarik tangan Aleena Aleena hanya bisa terdiam lalu tersenyum samar. “kak, kaka ngapain kesini? Padahal tadi nggak usah dicegah biar dia mukul gue terus laporin ke polisi deh biar dia ditangkep karna udah ngelakuin kekerasan” celoteh Aleena dengan semangatnya “kaka nggak bawa mobil?” tanya Aleena saat ini mereka menggunakan mobil Aleena “kaka diem aja, sariawan?” “kaka nggak nanya tadi itu siapa? Jadi yah kak itu tuh mantannya gebetan gue, dia tuh memang sering usilin gue pas gue masih deket sama mantannya, dih padahal yah gue juga gak suka-suka banget sama tuh cowok. Ya walaupun udah baper sih, tapi bapernya sedikit kok kak nggak banyak” celoteh Aleena panjang lebar Saga masih diam dan fokus menyetir. Aleena mengacak-ngacak rambutnya gusar “aaaaarrggghhh bisa darah tinggi ngomong sama kaka” *** “makasih yah kak udah anter pulang, semoga sariawan kaka cepet sembuh” ucap Aleena lalu tersenyum ke arah Saga Ternyata, dibelakang mobil Aleena ada mobil Saga yang mengikutinya dari belakang, yang membawanya adalah teman Saga. Saga mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi begitu saja tanpa bicara satu katapun.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD