Part 6. Suapan Aleena

1108 Words
“Walaupun dirasa tidak mudah mendekat namun, semua rasa dapat diperjuangkan. Bukannya itu cinta?" Sesampainya dikampus, dia memilih untuk mencari Saga “kak Saga kemana yah?” tanya Aleena pada Banez dan Kairan “nggak tau nih tadi selesai kuliah dia ilang gitu aja” kata Banez Aleena berdecak kesal, bila dicari malah tidak ada bagian tidak dicari nongol gitu saja. Banez mengisyaratkan kepada Zoya “kenapa?” kata Banez Zoya hanya mengangkat bahunya. “yaudah deh gue cari kak Saga dulu, kalian duluan aja” Aleena mencari disekitaran fakultas nya tapi tidak ada juga. “hmm gue tau dia dimana” Aleena pun berjalan menuju tempat yang ada dibenaknya. “kak Saga? suka banget sih sendirian disini. Tar kesurupan loh serem tau” kata Aleena yang saat ini sudah berada disamping Saga dan mereka berada di danau “iya, hantunya kan elo” kata Saga Aleena berdecak kesal “eh iya kak, nih gue bikinin sandwich loh buat kaka” kata Aleena mendekatkan wajahnya ke wajah Saga Saga mendorong dahi Aleena menggunakan telunjuknya “jauh-jauh sanah” “ih kaka, nih cobain dulu, gue suapin aah aaaaa” kata Aleena seraya menyuapkan potongan sandwich ke mulut Saga Saga tidak membuka mulutnya dan wajahnya masih terlihat datar. “selain mulut kaka susah banget ngomong juga susah buat makan yah?” “dikit aja kaak ih ayo aaaaa” pinta Aleena, berkat kegigihannya akhirnya Saga membuka mulutnya dan memakan sandwich dari Aleena “nah gitu dong, enak kan?” “biasa” jawab Saga Aleena memutarkan bola matanya “padahal, gue bikinnya pake perasaan” gumamnya pelan Saga pun menoleh heran “eh maksudnya perasaan ikhlas gitu bukan perasaan apa-apa” lanjut Aleena Mereka tiba-tiba saling menatap, terlihat sekali Aleena salting di tatap Saga seperti itu. Saga sepertinya punya cara menghipnotis hanya dengan tatapan matanya saja. *** “hikss sedih banget hikss” saat ini Aleena sedang maraton drama korea di kamarnya, terlihat adegan menyedihkan yang membuat Aleena berurai air mata “dek lo kenapa dek? Heh kenapa?” tanya Aldean yang kaget melihat adeknya menangis “hikss sedih banget gue nonton drama korea cowonya jahat hikss” jawab Aleena Aldean yang mendengar hal itu langsung menoyor kepala adiknya “anjir, kira gue lo kenapa sumpah, alay banget idup lo” “apaan sih lo ah ganggu, sanah gih pergi” usir Aleena “itu disuruh makan siang! Kebawah cepetan” Aleena mengangguk pelan lalu mematikan laptopnya dan menghapus air mata buayanya dan turun ke bawah. Setelah merengek kepada Aldean karena Aleena ingin sekali ikut dengan kakaknya yang akan bermain futsal, akhirnya pun Aldean mengizinkan. Aldean berdecak kesal “yaudah cepetan” Beberapa lama kemudian, mereka pun telah sampai di lapangan futsal. “diem disini jangan kemana-mana” kata Aldean Aleena mengangguk pelan. Selama pertandingan Aleena tidak melihat abangnya bermain hanya melihat-lihat keadaan lapangan saja dan memainkan ponselnya. “nggak ada faedahnya juga sih yah gue ikut kesini” gumamnya Sekitar satu jam-an pertandingan selesai, Aleena pun mengitari pinggir lapangan tidak sengaja matanya menuju ke arah seseorang. Aleena pun menghampirinya. “kak Saga” sapanya Saga pun menoleh lalu menghela nafasnya kesal dan melangkahkan kakinya, dengan cepat ia berlari dan berdiri dihadapannya. “kak Saga, main futsal? Kok gue gak lihat kaka yah tadi? Gue kan dipinggir lapangan kak, kaka lihat gue nggak?” tanya Aleena Saga masih saja diam, dia meminum air mineralnya. Saga terlihat sangat tampan dengan wajah yang berkeringat, serta jakun yang naik turun ketika dia meminum air. Aleena sampai tidak berkedip melihatnya “lo nggak ada hal lain selain gangguin gue?” tanya Saga Aleena tertawa pelan. Saga pun kembali memainkan ponselnya, seketika ponselnya direbut oleh Aleena. “ngapain lo?” kata Saga melotot “bentaran” “sinin gak!” Saga pun merebut kembali ponselnya Saga memperhatikan layar ponselnya. “itu nomor gue save yah, udah miscall juga ke nomor gue. Kita kan lagi pdkt alias pendekatan harusnya kak Saga sering chatingan sama gue. Kalo habis pdkt kita kan bisa jadian kak” celoteh Aleena sembari tersenyum Saga menghela nafasnya gusar, dimata Saga, Aleena benar-benar cewek aneh seperti alien. “dek, ngapain disini?” tanya Aldean Saga yang mendengar itu langsung menatap Aldean . “ini adek gue Ga, kembaran gue sih tepatnya namanya Aleena” kata Aldean “ayo balik na” ajak Aldean Aleena pun mengangguk. “gue balik duluan yah bro” pamit Aldean yang dibalas anggukan oleh Saga Aleena pun menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya ke arah Saga saat itu juga Saga memalingkan wajahnya “iish” gerutu Aleena *** Malamnya, Aleena menatap layar ponselnya tidak ada massage ataupun telepon. “ih sepi banget hp jomblo” gerutu Aleena Akhirnya, dia memutuskan untuk line Saga Saganteng Kak Saga Siapa? Aleena kak ih, liat dong foto profilnya Oh Kaka kok gak line gue sih? Pntg bgt? Yaiyalah penting, kita kan lagi pdkt sebelum kita pacaran, jadi kita harus sering chat an Tidur sanah Lah kok nyuruh gue tidur? Jadi kapan kita pacaran? Mimpi lo sanah Ih kaka jahat  Aleena cemberut melihat percakapannya bersama Saga, ternyata meluluhkan Saga itu tidak mudah. Walapun dirasa tidak mudah mendekat namun, semua rasa dapat diperjuangkan. Bukannya itu cinta? *** Saga menyunggingkan senyumnya ketika melihat percakapannya dengan Aleena. Cewek itu benar-benar menyebalkan sekaligus menggemaskan “kok masih senyum-senyum aja bukannya berangkat?” kata Rika melihat Saga yang tersenyum Saga pun berdiri “iya mami, nih mau pergi aku pergi yah” Saga pun melajukan mobilnya ke daerah jakarta, karna malam ini ada perayaan ulang tahun mama kandungnya. Saga memutuskan untuk tidak tinggal bersama mama kandungnya, bukan tanpa alasan melainkan ada sesuatu hal. “sayang, mama fikir kamu gak akan datang. Makasih yah kamu udah datang” kata Amaris (mama Saga) seraya mengecup pipi anak nya Saga menyunggingkan senyumnya. Tiba-tiba seorang lelaki yang umurnya hanya beda 5 tahun dari Saga menghampirinya “Saga datang juga” ucap lelaki tersebut Melihat akan hal itu Saga menjadi muak dia membuang mukanya. “mama tinggal dulu yah, banyak tamu” seraya Amaris meninggalkan Saga “kamu masih bisa datang ternyata” ucap lelaki tersebut bernama Rico Saga tidak menatapnya sama sekali “saya hanya ingin bertemu dengan mama saya, bukan dengan anda” Rico menyunggingkan senyumannya dan menepuk pundak Saga lalu ditepis olehnya. “bentar lagi, semuanya akan menjadi milik saya” bisik Rico pelan Saga yang mendengar hal itu langsung menghajar wajah Rico dengan kencang semua tamu undangan beserta Amaris kaget melihat hal itu. “sudah, sudah! Saga! Mama gak minta kamu kesini untuk menghancurkan acara mama” bentak Amaris Terlihat Rico terjatuh dilantai dengan berdarah di peilpis matanya. Saga mengatur nafasnya emosi, lalu dia pergi begitu saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD