Masih di dalam ruang kerjanya Amanda, di Amerika. Amanda mengambil napas dalam-dalam, lalu mengalihkan perhatiannya pada contoh-contoh undangan di mejanya. Ada lima desain berbeda yang Wiliam siapkan. Semuanya elegan, minimalis, dengan sentuhan modern yang mencerminkan kepribadian mereka berdua. Ia membuka satu per satu, memperhatikan setiap detail: pilihan font, tata letak, warna kertas. Desain pertama berwarna krem dengan tulisan emas. Klasik dan mewah. Desain kedua lebih minimalis, putih bersih dengan garis-garis geometris sederhana. Desain ketiga menggunakan palet biru laut yang menenangkan. Keempat dan kelima memiliki nuansa berbeda, tapi semuanya indah. Tapi Amanda tidak bisa memilih. Bukan karena desainnya tidak bagus, melainkan karena setiap kali ia membayangkan nama mereka ter

