Bab.12 Menemui Sintia

1126 Words

Pagi datang pelan di apartemen Nalendra, seperti tamu yang ragu apakah ia pantas hadir setelah malam yang terlalu penuh perasaan. Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai, jatuh di lantai marmer dan sebagian di wajah Amanda yang terjaga lebih dulu. Ia membuka mata dengan d**a terasa berat, seolah semalam bukan hanya tubuhnya yang lelah, tapi juga hatinya. Nalendra masih terlelap di sisi ranjang. Napasnya teratur, wajahnya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan saat terjaga. Amanda menatapnya lama, terlalu lama untuk sekadar perempuan yang hanya numpang bermalam. Ada rasa ingin mengusap rambut itu, ingin membangunkannya, ingin mengatakan banyak hal yang sejak awal mereka pendam. Tapi justru karena itulah Amanda bangkit perlahan. Ia tahu, pagi ini adalah awal dari perpisahan yang ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD