Bab.33 Rahasia Yang Terbuka

994 Words

Percakapan itu terjadi di ruang keluarga yang terasa asing meski Nalendra tumbuh besar di sana. Jam dinding berdetak pelan, seperti menghitung mundur sesuatu yang tak bisa dihindari. Sintia duduk tegak di sofa, tangannya terlipat di pangkuan, wajahnya tenang, terlalu tenang, sehingga justru terasa menyakitkan. Nalendra berdiri beberapa langkah di depannya. Ada banyak kata yang ingin ia ucapkan, namun semuanya terasa berat, seperti batu yang menekan dadanya. “Sintia…” suaranya serak. “Aku nggak mau muter-muter. Aku sudah jujur sama diriku sendiri. Dan aku rasa, kamu juga berhak dengar kejujuran itu.” Sintia mengangguk pelan. Senyum tipis tersungging di bibirnya, senyum yang selama ini selalu ia pakai untuk menutupi luka. “Aku tahu,” jawabnya lembut. “Kamu mau bicara soal Amanda.” Nalen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD