Keputusan yang perlahan tumbuh di dalam diri Amanda tidak datang dalam bentuk ledakan besar atau pencerahan tiba-tiba. Ia hadir seperti embun pagi, diam, lembut, tapi nyata. Setiap hari yang dilewatinya tanpa Nalendra, tanpa pesan samar yang penuh makna ganda, membuat Amanda belajar satu hal penting: ketenangan ternyata bukan kekosongan. Ketenangan adalah ruang aman tempat ia bisa bernapas tanpa rasa takut. Hari-harinya mulai terisi rutinitas yang sederhana. Pagi diisi dengan kopi hangat dan catatan kecil tentang hal-hal yang ingin ia syukuri hari itu. Siang dihabiskan dengan rapat dan laporan, malam dengan buku atau sekadar duduk diam memandangi lampu kota dari jendela apartemennya. Wiliam tidak sering datang, tapi selalu hadir dengan cara yang tepat, mengirim pesan singkat menanyakan ka

