Apakah kau tidak akan menyesalinya?

1208 Words
Setelah mereka berdua makan siang, Fredy mengajak Dea ke ruang pribadi nya lagi. Mereka berdua duduk berhadapan. Fredy menatap Dea dengan penuh selidik, laki-laki itu masih tidak menyangka jika Dea akan membawa kabar buruk kepadanya. "apakah kau serius? tidak bisakah kau pertimbangkan keputusan mu terlebih dahulu!"tanya Fredy. "tidak, keputusan ku sudah bulat. Aku akan menggugat cerai mas Rizal,"wanita itu dengan tegas mengatakannya. Fredy menghela nafasnya dengan berat. Laki-laki itu masih tidak menyangka jika rumah tangga sahabat nya yang bahagia itu akan berakhir di pengadilan. "Kau yakin dengan keputusan mu ini Dea? kau tidak akan menyesalinya, kan?" Fredy memastikan kembali keputusan sahabatnya itu. Ia tak ingin Dea mengambil keputusan dengan terburu-buru dan menyesali nya di kemudian hari. "tidak! aku tidak akan menyesalinya," tegas Dea. "Baiklah kalau begitu, kau siapkan saja persyaratan nya. Setelah itu bawa lah kemari, nanti akan ku bantu proses nya."jelas Fredy. "Hmm baiklah, besok akan ku bawa persyaratannya kemari. Kalau begitu aku pulang dulu Fred, terimakasih makanan nya."setelah mengucapkan itu, Dea pergi dari rumah Fredy. Fredy duduk di kursinya, dan meminum kopinya. Dari jendela ia bisa melihat mobil yang ditumpangi Dea keluar dari halaman rumahnya. "apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu?" batin Fredy, laki-laki itu mengambil telfon yang berada di ruangan nya. "Cleo ke ruangan saya sekarang!"perintah Fredy, setelah itu dia mematikan telfonnya. Ceklek Seorang wanita datang ke ruangan Fredy, wanita itu membungkuk setengah badannya lalu berkata, "Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya wanita itu. "Selidik apa yang sebenarnya terjadi pada Dea!" Fredy menyuruh wanita itu untuk menyelidiki Dea. Wanita itu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan fredy di ruangan tersebut. Di sebuah halaman rumah, terdapat sebuah mobil yang baru saja datang. Mobil itu adalah mobil milik dea, wanita itu rupanya baru saja sampai di rumahnya. "Selamat datang nona," sapa art rumahnya, Dea mengangguk dan tersenyum kepada art tersebut. Setelah itu, dea berjalan ke atas menuju kamarnya. Ceklek pintu pun terbuka, menampilkan sosok Rizal yang tengah melipat kedua tangannya dengan wajah yang terlihat datar. Sebenarnya Dea ingin sekali menghampiri laki-laki itu, namun saat ingat jika dirinya harus mulai menjauhinya dia pun mengurungkan nya. Dea berjalan ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaian nya. Saat Dea melewati dirinya begitu saja, rasa kesal Rizal semakin memuncak. Rizal menghampiri Dea diruang ganti nya. Sseestt.. Rizal menarik tangan dea, dan menyandarkan tubuh wanita itu ke tembok. "Maass apa yang kamu lakukan!"seru Dea, wanita itu tentu saja kaget dengan tindakan Rizal. "kemana saja kamu? bukannya minta maaf, malah mengabaikan kan ku saja!"hardik Rizal, laki-laki itu menunjukkan wajah tak suka kepada Dea. "Terserah aku dong, mau kemana saja!"sahut Dea. Kedua pasangan itu, sama-sama kerasnya. Salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah. "Dea kau!"bentak Rizal, Dea terdiam baru kali ini suaminya itu membentak dirinya. Ia berfikir dalam diamnya, apakah kali ini dirinya telah membuat masalah besar. "Lepaskan aku!"Meski pun hatinya ingin menangis karena bentakan Rizal tadi, namun ego Dea tetap mengalahkan hatinya. "Kenapa kau berubah seperti ini Dea? Kenapa kau menjadi istri pembangkang sekarang!"ucap Rizal dengan dingin, dea tidak menanggapi ucapan Rizal. Ia lebih memilih meronta-ronta agar Rizal melepaskan nya. Karena merasa di abaikan oleh Dea, Rizal pun melepaskan istrinya. Laki-laki itu keluar dari ruang ganti, dan duduk di kasurnya menunggu Dea keluar. Beberapa menit kemudian Dea keluar dari ruang ganti, wanita itu duduk di kursi riasnya. "Dea, jawab pertanyaan mas tadi. Kamu pergi kemana saja?" Kali ini Rizal berbicara dengan melembutkan sedikit nadanya. Namun meski begitu, Dea tetap mengabaikan Rizal. "Dea, jangan buat mas marah lagi oke."ucap Rizal lagi, akhirnya karena sudah bosen mendengar suara Rizal terus menerus. Dea pun membalikkan badannya lalu menatap wajah Rizal, "Ada apa mas?"sahut Dea. "Pergi kemana saja kau?" tanya Rizal "Aku pergi menemui fredy, kau tahu kan Fredy?" Dea berbicara jujur dengan Rizal, ia tak ingin menutup nutupi nya dari laki-laki itu. "Kau menemui fredy untuk apa?" tanya Rizal. "Bukankah kau tahu, pekerjaan Fredy apa? "balas Dea. "Jangan bilang kau menyuruh temanmu itu untuk membantu mu menggugat ku!"seru Rizal, laki-laki itu sangat kaget dengan tindakan istrinya saat mengambil keputusan besar seperti ini. "Yeah," singkat Dea. "Sayang apa kau lupa jika kita masih mempunyai perjanjian selama sebulan ini?" ucap Rizal, laki-laki itu benar-benar tidak terima dengan keputusan Dea yang tergesa-gesa menurut nya. "Aku tidak lupa, kau tenang saja. Aku akan tetap menunggu selama 28 hari lagi." ucap Dea dengan santai, setelah memakai berbagai produk kecantikan nya. Dea berdiri menuju pintu kamar nya, "kau ingin kemana lagi!" tanya Rizal, Dea pun menunjuk arah keluar dan meninggalkan Rizal sendirian. "haa.. wanita itu, kenapa akhir akhir ini berbeda ya,"Rizal merasa jika istrinya akhir-akhir ini berbeda, karena tak mau di tinggal sendirian ia pun menyusul Dea. Rizal turun dari kamarnya, ia melihat-lihat dimana keberadaan istrinya. Karena di dapur Dea tidak ada, Rizal pun mencari nya di ruang keluarga. Namun Dea juga tidak ada disana, laki-laki itu berpindah ke tempat lain. 10 menit pencarian nya, akhirnya laki-laki itu berhasil menemukan keberadaan istrinya. Wanita itu rupanya berada di taman rumah mereka, dea saat ini sedang duduk di kursi taman sembari menikmati s**u coklatnya. "Sayang, sedang apa kau sendiri disini?"tanya Rizal yang datang dari belakang. Dea memutar bola matanya, acara bersantai nya pun gagal karena laki-laki itu datang. "Bisa tidak kalau tidak mengganggu ku?"tanya Dea dengan kesal, Rizal tersenyum geli melihat wanitanya kesal. Ia pun ikut duduk di samping dea, "Kenapa kau yang kesal dengan ku hmm? seharusnya aku yang kesal bukan kau," Rizal berbicara lembut dan mengusap kepala Dea dengan mesra. "Ish lepaskan tanganmu dari kepalaku!"sungut Dea. "Kalau aku tidak mau bagaimana!"tantang Rizal, Dea mengambil tangan Rizal yang berada di kepalanya lalu mengigit nya. "auw auw," ringis Rizal, laki-laki itu kesakitan akibat gigitan Dea. "Rasakan! siapa suruh bermain-main denganku, hmpptt!" Setelah mengucapkan itu wanita tersebut pergi meninggalkan suaminya yang sedang kesakitan. "Sayang, kenapa kau meninggalkanku!" rengek Rizal, laki-laki itu menahan rasa sakitnya dan berjalan menyusul istrinya. Rizal berjalan dengan tangan yang masih terasa sakit akibat gigitan Dea. Saat berjalan masuk Rizal bertemu dengan Annisa mommy nya. "Kau kenapa zal?"tanya Annisa saat melihat anaknya seperti menahan rasa sakit. "Tidak apa-apa kok mom, oh ya mom lihat istriku tidak?" sahut rizal. "Itu, di ruang keluarga. Sepertinya sedang menonton TV istrimu." jawab Annisa. Rizal yang mengetahui dimana istrinya itu pun kembali berjalan menuju ruang keluarga. "Sayang, rupanya disini kau!"Kali ini Dea benar-benar geram dengan kehadiran suaminya itu. Karena sangking kesalnya, Dea melempar kan remote tv kearah rizal. Praak Terdengar suara benda jatuh dengan keras di lantai, benda itu adalah remote yang dilemparkan Dea kearah Rizal. Alih alih mengenai Rizal, remote itu malah terjatuh ke lantai dengan keras. Akibat dari kejadian tadi, remote tadi pecah dan rusak. Dea menatap tajam ke arah Rizal, ia berteriak tidak terima karena remote nya rusak. "Mas, jadi rusak!"teriak Dea dengan marah. "Loh, kenapa kau menyalahkan kan ku? kan kau sendiri yang melemparkan nya!"ucap Rizal tidak terima. Rizal benar-benar tidak terima saat dirinya di tuduh menjadi penyebab rusaknya remote itu. "Pokoknya ini semua salahmu!"ucap Dea, wanita itu melipat kedua tangannya dan menggembungkan pipinya. Dea saat ini bersikap layaknya seorang anak kecil. "Baiklah, maafkan aku oke. Aku berjanji akan menggantikan nya dengan yang baru,"pungkas Rizal, Dea yang mendengar itu mengangguk senang. "Ya, sudah kita menonton tv di kamar saja bagaimana?"ajak Rizal dengan penuh harap. Dea terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya. Akhirnya Mereka berdua pun masuk kembali ke kamar mereka berdua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD