Setelah Aiden keluar dari rumah, Dea berjalan ke ruang tamu dengan langkah tenang namun penuh tekad. Dia duduk di salah satu sofa sambil mengambil ponselnya, memeriksa beberapa pesan yang masuk. Wanita tersebut mengetik pesan singkat kepada Toni, supir dan pengawal setianya, yang selalu siap kapan saja. "Toni, tolong siapkan mobil. Aku akan berangkat ke markas dalam beberapa menit. Jangan terlambat, acara pelantikan sudah dekat." Tak lama, Toni membalas dengan cepat, "Siap, Nyonya. Saya akan menunggu di depan." Dea meletakkan ponselnya dan berdiri, berjalan menuju pintu depan. Setiap langkah yang diambil terasa lebih berat, seperti ada beban besar yang mengganjal di hatinya. Sementara itu, Aiden yang baru saja meninggalkan rumah dengan mobil mewahnya, menghela napas dalam perjalanan k

