EMPAT PULUH EMPAT

1039 Words

Dua Puluh Empat Hari Setelah Kematian Milli. SMA Nusantara, Jakarta. "Lo ... bohong, 'kan?" Cassandra mengepalkan kedua tangannya di sisi kanan kiri tubuhnya, sementara kedua matanya yang hitam menatap sang lawan bicara penuh harap. "Milli nggak mungkin ngelakuin hal - hal yang lo pikirin itu, Vin," sanggahnya tak terima. Suaranya sedikit meninggi, memberi tanda bahwa Cassandra benar-benar tak menyukai pikiran cowok di hadapannya itu. "Dia itu anak baik-baik." Kevin mendengus geli dan bersedekap. Matanya yang agak sipit berpendar ke arah lain, mencoba mencari suasana segar di tengah-tengah atmosfer tegang yang mendadak muncul di antara mereka berdua sebelum akhirnya kembali menatap Cassandra yang masih tidak bergeming di sana. "Cass, teman lo itu mungkin emang anak baik-baik sebelumnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD