Perawatan

1098 Words
Di sebuah ruangan tempat perawatan ruka yang terbaring karena luka yang dialami. Ruka mengedipkan matanya dan saat dia membuka matanya terlihat valeka yang berada di atasnya. "Heh! "Ruka terkejut. Valeka dengan tenang mengelus kepala ruka, karena kondisi ruka yang menjadikan paha valeka menjadi bantalnya. "Sudah sadar "kata valeka dengan tatapan tenang. "Gawat, dimana ini! "Ruka mencoba bediri namun, "sakit! "Ruka melihat tubuhnya yang diperban. Valeka dengan tatapan datar langsung menarik kepala ruka, membiarkan dia menjadikan pahanya menjadi bantalnya. "Jangan banyak gerak! "Valeka dengan penuh tenaga menekan kepala freya di pahanya. "Kau mau membunuhku, lukaku bisa-bisa terbuka lagi tomboy! "Ruka makin panik karena merasakan tubuhnya makin sakit. Valeka mengelus kepala ruka dengan sangat lembut, "saat aku masih kecil ibuku selalu melakukan ini"kata valeka dengan senyuman kecil di wajahnya. Ruka agak terkejut namun, "kau pikir aku anakmu lepaskan aku tomboy! "Ruka meronta-ronta mencoba melepaskan diri. Valeka tetap menahan tangan kanannya di kepala ruka membuat dia tidak dapat melawan. Mendadak pintu perawatan terbuka, saat seseorang masuk kedalam ruangan ternyata adalah freya dan tsuki. "Ohhh! "Freya mematung. "Aduh-aduh masa muda indahnya! "Tsuki tersenyum malu dengan pipi merona. "Kalian tenanglah! "Ruka dengan pipi tertekan tangan valeka. "Parah, menjijikan f**k"freya menunjukan jari tidak senonoh. "Bukan cebol! "Ruka dengan penuh amarah. Tak beberapa lama ruka mulai menjelaskannya dan dimengerti freya dan tsuki. "Seperti yang kau lihat! "Ruka agak sulit berbicara karena valeka makin menekan kepalanya. "Woi kau baik-baik saja "Freya dengan wajah bodoh melihat pipi ruka tertekan tangan valeka, "syukurlah kau baik-baik saja, kalau begitu ayo tsuki aku tidak ingin menganggu orang sakit sepertinya! "Tsuki di tarik freya keluar ruangan. "Tunggu ruka nanti soal kamar..."mendadak tsuki keluar dari kamar. "Ngomong apa dia barusan, dan juga.... Bisa kau melepaskan tanganmu di wajahku! "Ruka menahan sakit dengan tubuh berkeringat. "Maaf,tapi nanti kau berdiri lagi"valeka dengan tatapan datar melihat ruka. "Enggak woi! "Ruka membentak valeka. Valeka menarik tangan nya lagi, "aduh, bisa-bisa kepalaku copot! "Ruka menyentuh lehernya. "Padahal enggak copot tu.... Tapi kalau mau aku copot aku tidak akan menahan diri! "Valeka dengan tatapan seperti hewan buas sambil memegang belatinya. "Itu kiasan jangan di bawak serius! "Ruka panik menjaga jarak dari valeka. Valeka terdiam sambil menundukkan kepalanya, "kenapa kau menyembuhkanku waktu itu!"valeka melihat ke arah ruka. Ruka berpikir sejenak, "karena kau orang baik, walaupun sifat mu seperti berandal! "Ruka dengan nada mengejek. Valeka dengan urat di dahinya, "siapa yang kau bilang berandal... Dan juga apa yang baik dariku!? "Valeka dengan penuh pertanyaan. "Kau merepotkan sekali.... Itu karena saat kau menebas freya, matamu menunjukan rasa bersalah! "Ruka menunjuk mata valeka. Valeka memalingkan pandangannya, "tch"valeka berdecak,"tapi aku benar-benar tidak memaafkan mu, karena menghina tuan reiji muramasa dua kali !"kata valeka dengan penuh amarah. "Baik-baik maaf"ruka dengan nada malas. "Yang benar minta maafnya, dan juga karena menghina nama keluarga muramasa! "Valeka menunjuk wajah ruka. Ruka menunjukkan wajah bodoh, "kau masih mempermasalahkan itu, sudah aku bilang nama keluargaku muramasa ngerti enggak! "Ruka makin kesal. Valeka mencoba mengeluarkan belatinya, "tenang woi,beraninya melukai orang sakit saja.... Hem padahal di duniaku dulu keluarga muramasa ada banyak! "Ruka mengelus kepalanya. Valeka binggung dengan perkataan ruka barusan, "duniamu kau sebenarnya siapa? "Valeka memiringkan sedikit kepalanya. "Baik-baik bisa dibilang aku adalah cicit dari reiji muramasa, apa kau keberatan! "Ruka agak kesal. Valeka terkejut dengan perkataan ruka, "kau berbohong bukan...! "Valeka terdiam saat melihat mata ruka yang amat serius. "Huh, nampaknya kakek buyut benar-benar orang berpengaruh di dunia ini..... Rasanya agak aneh aku baru mengetahui nya, dan juga akan aku pertegas jangan samakan aku dengan kakek buyut ku! "Ruka menunjukan wajah valeka. Valeka dengan pipi merona, "anu sebenarnya! "Valeka malu-malu Valeka menyerahkan sebuah kertas dan pena, "aku pengemar kakek mu boleh aku minta tanda tangan"valeka dengan pipi merona. "(Siapa dia?) "ruka dengan tatapan bodoh dan mengambil kertas dan melemparnya,"Sudah aku bilang,aku bukan kakek! "Ruka makin marah besar. Valeka menunjukkan wajah kesal dan sekilas dia melihat luka ruka, "kenapa kau tidak menyembuhkan lukamu sendiri?"Valeka bingung melihat luka ruka. "Bukan nya aku tidak mau, sebenarnya aku tidak bisa kemampuan ku hanya bekerja pada orang lain"ruka dengan nada malas. Valeka dengan perasaan tidak enak sambil menundukkan kepalanya. Ruka melihat ke arah pergelangan tangan valeka yang memar biru, "woi lukamu masih ada!"ruka menunjuk tangan valeka. Valeka melihat pergelangan dan mulai merasakan sakit karena dia tidak menyadari lukanya. Ruka menyentuh pergelangan tangan valeka namun dihentikan olehnya, "hentikan aku adalah musuhmu! "Valeka dengan mata dingin melihat ruka. Terlihat ruka menunjukan wajah bodoh dan meremas tangan valeka, valeka menahan rasa sakit di tangan nya. "Kau ini keras kepala ternyata, sakit kan! "Ruka kesal dan langsung menyembuhkan luka valeka. Valeka mencoba menghentikan ruka namun, "mau kau musuh sekalipun, aku tidak akan pernah membiarkan orang terluka di depanku"ruka dengan tenang tetap menyembuhkan luka valeka. Terlihat valeka menunjukan raut wajah gelisah, dan tak beberapa lama luka valeka telah sembuh. "Kalau begitu aku duluan ya! "Ruka berdiri dari kasurnya. "Tunggu! "Valeka mencoba menghentikan ruka. "Kenapa lagi? "Ruka dengan nada malas. Valeka mengepalkan tangan kanannya, "terima kasih "suara pelan valeka dengan pipi agak merona. "Sama-sama tomboy, lagipula kita adalah teman tahu ciao! "Ruka keluar dari ruangan. Valeka menarik nafasnya, "huh, ruka muramasa ya, merepotkan sekali! "Valeka tersenyum kecil. Karena waktu yang sudah mulai gelap ruka yang sendirinya berjalan menuju asrama tempat tinggal murid. "(Aku akan sekamar dengan tsuki, ogah aku tidur denganmu bodoh!) "ruka mengingat perkataan freya. "Tu cebol aku buat makin pendek dia!"ruka dengan penuh amarah meremas kertas nomor ruangan. Tak beberapa lama kemudian, "ah ini dia nomor 251"ruka mencoba membuka pintu dan ternyata pintu tidak dikunci. "Aneh sekali! "Ruka bingung karena pintu dapat dibuka, "padahal kuncinya masih di tanganku, mungkin penjaga lupa mengunci kamarnya? "Ruka langsung masuk ke dalam. Terlihat ruangan yang cukup besar dengan tempat tidur tingkat, namun ruangan ini dipenuhi barang-barang. ...  ... Terdengar bunyi shower yang dimatikan dan saat kamar mandi dibuka, wanita dengan rambut merah tanpa mengenakan sehelai benang ditubuhnya hanya handuk kecil di lehernya. "Heh! "Ruka dengan tatapan bodoh. "Huh! "Terlihat wanita itu menunjukan wajah yang nampak sama. "Valeka..... Kyaaaa! "Ruka berteriak seperti gadis. "Kenapa dengannya? "Valeka binggung sambil membilas tubuhnya yang basah dengan handuk. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD