Rambut merah

861 Words
Ruka dengan siaga menggunakan kuda-kuda ber pedangnya dengan tangan kiri. Wanita itu nampak bingung melihat tangan kiri ruka, "tanganmu itu! "Dia menunjuk ke arah ruka. "Oh ini, sebenarnya tangan palsu jangan dipikirkan.... Kau tidak perlu menahan diri wanita fanatik! "Ruka dengan dingin melihat wanita itu. Wanita itu menarik nafasnya, "maafkan aku ya, aku tidak menjamin seluruh tubuhmu akan baik-baik saja! "Dia berjalan dengan tenang. Ruka yang merasakan hawa berbahaya menghindar dan melihat tanah yang ter tebas. "Kekuatan macam apa itu! "Ruka terkejut. "(Hati-hati ada yang datang lagi!) "Freya berbicara dalam hati ruka. Ruka menunduk dan pohon di belakang terbelah menjadi dua, "kenapa menghindar bukannya, aku hanya wanita fanatik saja tuan muramasa! "Dia tersenyum kecil melihat ruka. "Untung saja ada kau cebol, aku benar-benar tidak bisa menebak arah serangannya! "Ruka makin waspada dan melihat wanita itu yang mencoba menebas lagi. Saat dia mengangkat belatinya namun berhenti dan berbalik, membuat freya bingung. "s***h "bahu kanan ruka mendadak ter tebas membuat luka yang cukup dalam. "(Aku tidak melihat Serangannya! )"freya gelisah karena melihat ruka yang nampak agak sulit berdiri. "Nona pedang, anda pikir aku hanya menebas asal-asalan.... Kemampuanku setiap tebasan yang mengenai objek apapun akan tetap berdampak pada targetku! "Dia tersenyum mengerikan. "Apa, ruka bertahanlah kita mundur! "Saat freya melihat ke arah ruka tebasan kedua mengenai punggungnya. "Aku hitung dulu, sudah berapa kali aku menebas ya....masih ada 8 kali lagi! "Dia tersenyum dingin melihat freya. Mendadak serangan secara bertubi-tubi mengenai seluruh tubuh ruka, ruka yang tidak dapat menahan kakinya lagi hampir terjatuh namun tetap tertahan. "Ruka ayo kita mundur! "Freya berubah menjadi manusia dan membopong ruka. Namun terlihat di wajah ruka adalah sebuah senyuman senang, "kau kuat juga tomboy !"ruka membersihkan darah di pipinya. Dia dengan tenang melihat ruka, "hentikan, lukamu sangat parah! "Dia dengan malas melihat ruka. "Kau menyebalkan juga kalau begitu, Renka! "Ruka tersenyum senang dan energi cahaya menyelimutinya. mendadak wanita itu nampak waspada, "Trang! "Belatinya beradu dengan pedang. "(Kenapa aku bisa!?) "freya tidak menyadari dia telah menjadi pedang. Wanita itu ter mundur karena dorongan tenaga ruka yang amat kuat. "(Kekuatannya makin menguat, siapa dia sebenarnya!)"wanita itu mendorong ruka dengan amat kuat. Tubuh ruka terkena tebasan belatinya, karena aduan senjata barusan. "(Ruka hentikan lukamu makin parah!) "freya membentak ruka dalam bentuk pedang. "Hehehe"ruka menahan tenaganya dan saat dia menghempas kan pedangnya. Tanah mendadak runtuh dan wanita itu terkena serangan luka di bahu kirinya. Darah menetes amat banyak membuat wanita itu tidak dapat menggunakan tangan kirinya. Wanita itu nampak kaget karena luka yang dia derita, namun yang membuatnya merasa gelisah adalah senyuman tertampil di wajah ruka. "Woi tomboy siapa nama mu! "Ruka tersenyum senang. "Valeka, kau adalah ruka bukan menarik sekali! "Valeka berdiri dan menjilat lukanya. Valeka menampilkan senyumannya dan dengan kecepatan tinggi tebasan amat kuat mengenai ruka. Ruka terkejut dan terdiam karena yang ter tebas bukannya dia melainkan freya, membuat tubuh nya patah. "Sekarang aku yang melindungi mu bodoh"freya dengan wujud berubah menjadi manusia dengan kaki yang berpisah dengan tubuhnya. "Dia! "Valeka terkejut. Mendadak es menutupi kaki ruka dan valeka membuat mereka tidak dapat bergerak. Es mulai menutupi seluruh tubuhnya dan sampai ke pinggangnya. ...  ... "Ice world"tsuki hanya menginjak kakinya es muncul dan makin menyebar menutupi seluruh taman. "Guru tsuki! "Valeka terkejut karena membuat tsuki turun tangan untuk menghentikannya. "Kalian hentikan"tsuki dengan mata dingin dengan mulut mengeluarkan uap dingin. Saat tsuki melihat kearah ruka matanya terbuka lebar melihat es hancur berkeping-keping. Ruka berjalan sambil menundukkan kepalanya ke arah valeka, saat tsuki melihat di samping es tempat berpijak ruka barusan matanya terbuka lebar melihat freya dengan tubuh terpotong dua. "Ruka hentikan! "Tsuki mencoba menghentikan ruka. Tepat di depan valeka,ruka berhenti dan mendadak aura yang amat mengerikan terasa membuat valeka gelisah untuk pertama kalinya. Ruka mengepalkan tangan kanannya dan sebuah pukulan mencoba menghantam wajah valeka. Valeka menutup mata nya karena menerima hukuman atas perbuatannya barusan. Entah kenapa perasaan valeka bukanlah sakit melainkan dingin di seluruh tubuhnya. Saat dia membuka matanya sebuah cahaya amat terang menyinari seluruh tubuhnya. Valeka melihat luka di bahu kirinya telah sembuh, bahkan luka yang dulu pernah dialami ikut sembuh. Tsuki terkejut saat melihat energi cahaya yang amat terang berasal darinya, berbeda dengan kakek moyangnya yang menggunakan energi kegelapan. Bahkan perasaan dirasakan tsuki adalah kehangatan, walaupun mereka berdua berbeda namun Tekad dan semangatnya sama dan tidak akan pernah hancur dengan generasi baru. Ruka yang telah menyembuhkan valeka menyentuh tanah dan semua benda yang rusak, yang disebabkan pertarungan mereka barusan kembali normal lagi. Bahkan tubuh freya yang terbelah dua menyambung kembali, ruka tersenyum melihat freya dan tubuhnya tidak dapat menahan lagi membuat dia terjatuh. Tubuh ruka bersandar pada seseorang dan terlihat valeka dengan tenang melihat ruka, namun terlihat senyuman kecil terampil di wajahnya. "(Kau melihatnya reiji!) "tsuki tersenyum senang sambil melihat langit yang amat cerah. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD