Dunia baru

1194 Words
Di pagi hari yang amat cerah kediaman muramasa yang amat tenang, terdengar suara pukulan benda tumpul. Pukulan itu terdengar layaknya menjadi sebuah nada pagi keseharian tempat ini. Namun pukulan terakhir menjadi besar karena nampak benda tersebut hancur karena hantaman benda yang amat kuat. Terlihat di belakang rumah Batang pohon samsak hancur berkeping-keping, "butuh 3 hari aku menghancurkannya "ruka dengan tubuh di banjiri keringat sambil menggenggam pedang kayunya. Di teras rumah freya melihat ruka latihan dengan amat serius, tanpa memalingkan pandangannya. "Dari segi kekuatan, dia berbeda jauh dengan reiji namun perasaan apa ini! "Freya merasa gemetaran saat melihat aura ruka yang mengalir amat deras. "Dia masih pemanasan! "Nenek ruka mendadak duduk di samping freya. Freya terkejut sampai menabrak tembok,"aduh sakit, emily jangan sering mengagetkanku! "Freya kesal melihat emily. "Hehehe, kau lihat! "Emily menunjuk ke arah ruka yang menggunakan samsak baru. Freya mendadak gemetaran saat melihat ruka yang menahan tangan kananya dan, "brukkk"pohon hancur berkeping-keping. "Bukan! "Ruka berteriak dengan penuh amarah. Ruka menggunakan kekuatannya membuat kayu kembali seperti semula. "Kuat juga dia, perasaan ini sama seperti reiji namun auranya amat terang! "freya banjir keringat. Terlihat ruka menahan tangan kananya dan, satu tebasan mengenai kayu samsak namun tidak terjadi apa-apa. Freya dengan wajah bodoh melihat ruka ,namun saat ruka berbalik dari samsak. Kayu meledak dan hancur tidak bersisa,ruka mulai memperbaiki kayu dengan kekuatannya lagi. "Fuhhhh, nenek minta es! "Ruka duduk di samping neneknya. "Ini air hangat"nenek ruka memberikan air hangat. Terlihat wajah bodoh ruka dan dia meminum air tersebut secara perlahan. "Kekuatanmu barusan, bukannya renka! "Terlihat freya dengan serius melirik ruka. Ruka membersihkan keringatnya dengan handuk kecil, "tidak aku menamakannya kanuragan tenaga dalam! "Ruka dengan nada malas. "Kanuragan bukan nya itu sama seperti renka, kakek moyangmu yang menciptakan kekuatan itu"freya meminum tehnya. Saat ruka meminum airnya dia terkejut sambil menyembur, "pufff, apa kakek moyangku menciptakan kekuatan tenaga dalam yang sama sepertiku !"ruka melihat ke arah neneknya yang menganggukkan kepalanya. "Keren banget kakek moyangku "wajah kagum ruka dan meminum air hangatnya. Ruka mendadak teringat sesuatu, "oh ya nenek, soal pendaftaran murid baru sma lihat! "Ruka memberikan daftar sekolah sma. Nenek ruka tersenyum dan merobek kertas itu, "nenek mengusirmu dari rumah ya! "Terlihat senyuman seperti biasa dia tampilkan kepada ruka. "Huh? "Ruka binggung dengan wajah bodoh. "Kau juga freya! "Emily tersenyum melihat freya. "Sudah aku duga, woi b**o cepat berkemas-kemas waktunya kita pergi "freya berdiri sambil melihat ruka. "Kau bilang pergi, mau kemana kita! "Ruka panik melihat freya. "Ke dunia kakek moyangmu! "Freya masuk ke dalam rumah. Terlihat ruka makin bingung dan melihat neneknya yang hanya menampilkan senyuman biasanya kepda dia. Namun entah kenapa perasaan ini bukanlah kesedihan melainkan kebebasan bagi ruka. Kakek dan nenek ruka menyiapkan pakaian putih yang agak aneh, seperti karakter fantasi dari sebuah game dan memberikan uang koin emas dan perak. "Kau diusir jadi jangan pernah kembali! "Nenek ruka tersenyum manis sambil memberikan tas kecil kepadanya. "Kejamnya begitu bicaramu kepada cucumu sendiri!"ruka dengan bodoh melihat neneknya. Terlihat nenek ruka menampilkan senyumannya namun sedikit air mata, keluar dari mata kirinya. "Maaf, mata nenek ke lilipan "nenek ruka membersihkan air matanya. "Nenek cengeng, kakek lanjut! "Ruka memerintahkan kakeknya mengelus kepala neneknya. Freya tersenyum kecil melihat keluarga muramasa yang amat bahagia, walaupun akan meninggalkan cucunya. Cuaca hari ini yang amat cerah membuat sinar matahari mengenai tubuh ruka ,dan memberikan sebuah kehangatan yang menenangkan hati. "Hufff.... Huhhh jadi kemana woi! "Ruka dengan bodoh melihat nenek dan freya. Freya dengan malas mengarahkan tangannya kedinding mendadak sebuah portal biru muncul. "Keren, apaan ini! "Ruka menyentuh portal itu dengan tangan kiri. Mendadak mata ruka terbuka lebar ,"ahhh tanganku-tanganku! "Saat ruka menarik tangannya. Freya terkejut melihat tangan kiri ruka yang menghilang, "gawat ruka bertahanlah! "Freya memeluk ruka dengan sangat lembut. "Kau! "Ruka melotot melihat freya yang makin gemetaran. Ruka mengeluarkan tangan kirinya di gulung bajunya, "kau gampang di jailin ternyata! "Wajah bodoh ruka melihat freya. Freya terdiam dengan amat kesal menahan amarahnya, "sial aku khawatir tahu! "Freya menutup matanya. Terlihat kakek dan nenek ruka menahan tawanya melihat freya, "kalian juga! "Freya dengan pipi makin merona. Akhirnya ruka dengan senyuman tertampil di wajahnya menyentuh portal itu. "Oh ya nenek ucapkan salam ku kepada anak yang bernama reiji muramasa, itu saja ciao! "Ruka langsung menarik freya masuk ke dalan portal. Mendadak kakek dan nenek terkejut dengan perkataan ruka barusan, namun senyuman tertampil di wajahnya. "Kau sudah bertemu dengan cicit mu ya, ayahanda "nenek ruka melihat ke langit yang amat cerah. "Semoga kau baik-baik saja"kata kakek ruka yang tersenyum manis. "Tumben kau berbicara"nenek tersenyum manis. Di sebuah arus dimensi yang amat deras menarik ruka dan freya dengan amat cepat. Sebuah lingkaran cahaya terlihat yang makin besar dan cahaya menutupi seluruh tubuh ruka dan freya. Terdengar suara angin yang amat kencang di telinga saat ruka dan freya membuka matanya. "Ahhhhhhhh"ruka dan freya berteriak panik melihat mereka yang berada di langit. Terlihat daratan yang hampir terlihat di depan freya dan ruka. "Gawat-gawat aku enggak mau mati!"ruka menyentuh kepalanya. "Akan aku doakan kau damai disana! "Freya berdoa kepada ruka. "Woi, kau juga akan mati bodoh! "Ruka meneriaki freya. Freya tersenyum dan merubah tubuhnya menjadi pedang, "aku tidak akan mati, malahan bisa-bisa daratan hancur karena tubuh ku bodoh!..... "Freya melotot melihat sebuah kota besar di bawah kami. "Aku enggak mau membunuh penduduk yang tidak bersalah! "Freya ikut panik. Ruka dengan wajah bodoh melihat freya namun saat melihat ke bawah, terlihat sebuah menara jam yang amat besar. "Woi cebol kemari! "Mendadak freya terbang ke tangan kanan ruka. Ruka menahan pedangnya dan, dengan kecepatan tinggi ruka menancapkan freya ke menara jam. Tubuh ruka terseret sampai kebawah membuat menara jam rusak karena tancapan pedang freya. Akhirnya mereka berdua berhasil selamat dan menginjak tanah namun terlihat bekas tarikan pedang freya. Saat ruka menarik pedangnya, "takkk"freya patah membuat ruka menunjukan wajah bodoh. "Aku patah! "Freya berteriak panik dan ter pingsan. Dengan malas ruka memperbaiki freya dan menara jam, cahaya yang amat terang menyinari menara jam. Batu-batu yang tadinya hancur terbang dan menyatu ke dalam menara ini, termasuk ujung pedang freya yang kembali menyatu. Terlihat menara ini terbaiki bahkan seperti baru dibuat, karena jamnya yang terlihat mengkilap dan loncengnya juga. "Lihat sudah aku perbaiki"ruka dengan bodoh melihat freya. Freya merubah tubuhnya menjadi manusia, "sakit koplak"dengan penuh amarah dia mencoba memukul ruka. Namun terhenti karena ruka memegang kepalanya, freya terhenti karena melihat ruka yang kagum melihat kota besar seperti dunia fantasi di depan matanya. "Keren banget kayak zaman viktoria saja, ya walaupun gaya pakaiannya berbeda "ruka dengan penuh semangat. ...  ... "Ini Frossera"freya tersenyum melihat kota yang dibangun reiji dulu mulai berkembang di depan matanya. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD