Lima hari berlalu dengan sangat cepat, kini hanya tinggal satu hari saja waktu Arslan dan Stevano di Santorini dan besoknya mereka harus kembali ke Britania Raya. Dan sekarang rencananya, Arslan akan kembali mengajak Rexia kesuatu tempat yang akan menjadi kenangan terakhirnya dan Rexia. Tempat itu akan menjadi saksi segalanya. "Sudah siap?" tanya Arslan ketika Rexia baru saja keluar dari rumah. Disamping Rexia, sudah ada Fawnia yang tersenyum manis. Fawnia sangat berharap Arslan dan Rexia berjodoh, karena wanita baya itu melihat binar cinta dari mata tajam Arslan. Tapi berbalik lagi pada kenyataan, Arslan itu siapa dan Rexia itu siapa. Lagipula, bagi Fawnia kesembuhan Rexia itu sudah sangat cukup. Ia harus berterima kasih kepada Arslan, karena tanpa Arslan pasti Rexia belum tentu seper

