Seminggu berlalu, Arslan sudah kembali menjadi Arslan yang selalu penasaran dengan Rexia. Pria itu bahkan setiap harinya datang ke rumah Fawnia hanya untuk menemui Rexia. Sejujurnya, dalam hati Arslan sudah tak mempermasalahkan gangguan jiwa Rexia. Ia hanya tertantang untuk menaklukkan hati Rexia. Ia ingin membuat wanita itu luluh dan jatuh takluk. Mungkin terlihat b******k, tapi keinginan itu sudah sangat menggebu-gebu. Apalagi ingatan tentang perkataan Fawnia, "Rexia sangat mencintai mantan suaminya. Dia sudah dibutakan oleh cinta hingga tidak bisa membuka hati untuk pria lain." Sepertinya menaklukkan hati Rexia adalah sesuatu yang menyenangkan. Arslan yakin Rexia akan bisa melupakan mantan suaminya dan akan luluh dengan Arslan. "Kenapa kau melamun? Memikirkan cara untuk menaklukk

