Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Arslan langsung kembali ke hotel sesudah mendengar seluruh cerita tentang Rexia dari Fawnia. Pantas saja selama ini ia sedikit janggal dengan kepribadian Rexia, dan sekarang ia tahu tentang kejanggalan itu. Dan hal tersebut sedikit membuatnya terkejut. Ia tak menyangka Rexia yang terlihat biasa saja, bahkan dari mimik wajahnya pun tak melihatkan dirinya adalah seorang yang mengidap gangguan jiwa. Huft, jadi selama ini dirinya mengagumi sosok wanita gila. Sulit dipercaya! "Kenapa?" Suara itu membuat Arslan menoleh dan mendapati Stevano berdiri dibelakangnya, seraya melipat kedua tangan didepan d**a. "Kenapa apanya?" "Apa kau kecewa dengan kenyataan Rexia? Apa kau akan berhenti tertarik kepada dia?" Selanjutnya Arslan berjalan dan duduk diata

