hari yang terasa panjang dan melelahkan berhasil ku lalui juga pengalaman baru yang cukup mengesankan
merasakan tatapan orang yang merendahkanku meski aku tak melakukan apapun, serangan kaki keram dan olahraga jantung yang menjadi keseharianku sejak tinggal di rumah pak zein, apa iya aku akan terbiasa dengan semua ini???
satu lagi kejadian aneh, bagaimana bisa aku menawarkan untuk makan siang bersama hanya karena kasihan? siapa aku sampai bisa kasihan kepada seorang zein alfareza? otakku pasti konslet atau aku jadi gila
sejujurnya aku teringat ucapan bi lastri, soal pak zein yang sering makan sendiri tapi masa iya aku nawarin makan bareng pak bos, nggak sopan bangetkan, haduuuh... nggak taulah sebodo amat
sudah lewat pukul sembilan malam, namun tidak ada tanda tanda pak zein pulang
"din.. kevin kayaknya ngantuk jadi rewel, tolong kamu boboin ya"
"iya tante" entah apa yang merasukiku sepertinya aku mencemaskan pak zein, sebelum pulang kami sudah makan siang jadi harusnya dia bisa kerja dengan nyaman kalau perutnya kenyang
dalam beberapa menit kevin sudah tertidur pulas, setelah meletakkan kevin di box bayi aku keluar kamar membiarkan bu diana dan pak zainal istirahat di kamar kevin
pertama kali aku tidur di kamar tamu lantai dua, rasanya asing dan sepi karena biasanya bersama kevin tapi mataku terlalu mengantuk untuk berfikir hal lain
aku terbangun karena mendengar ponsel berdering, kulihat nama panggilan masuk di layar ponselku
"kak lina"
mataku membulat seketika, ya ampun, aku lupa kalau belum cerita ke kakak soal pekerjaan baruku, aku harus mulai dari mana?
"halo kak" aku menelan ludah semampuku
"udah bangun belum dek?"
aku mengetuk layar ponsel pukul 06.30 wib
"baru bangun, kakak kenapa pagi pagi telfon?"
"nggak papa, kebetulan besok kakak libur, kakak mau main ketempatmu, besok kita jalan jalan ya setelah kamu pulang kerja"
"oke kak, kabari aja kalau mau berangkat, supaya aku bisa siap siap, sampai ketemu besok kak"
karena selalu sibuk mengurus kevin aku memang jarang pegang hp, aku sampai lupa menghubungi keluargaku dan menceritakan tentang pekerjaan baruku yang sangat berbeda dari rencana awal dulu
"oh may... bayu!"
aku membuka aplikasi chat di ponselku, ya Tuhan, 480 chat belum di baca, aku segitu sibuknya ya sampai lupa baca pesan, aku membuka satu persatu pesan yang masuk, hampir setiap hari bayu mengirim pesan
kling
ada pesan baru masuk, lagi lagi bayu yang mengirim pesan, dari pada mengetik lebih baik aku telfon aja sekalian
"bay.... selamat pagi, assalamu'alaikum"
"ya ampuuun periku udah bangun, wa'alaikum salam, selamat pagi cantik, tumben kamu nelfon, aku kirim pesan aja nggak pernah di baca lho"
"sorry bay.. kerjaannya agak sibuk, jadi lupa buka HP, kamu apa kabar?"
"sehat, alhamdulillah, kamu sendiri apa kabar? aku kangen banget sama kamu na, kamu kapan pulang?"
"belum tau bay, bulan depan mungkin, kuliahnya gimana? lancar?"
"kok kangenku nggak di balas, kamu nggak kangen ya?"
gila, emang dulu dia manja gini ya, trus muka bangun tidurnya kenapa manly banget, aku kok nggak pernah sadar ya ada cowok ganteng berkeliaran di sekitarku
"iya aku juga kangen kok"
"hehe terpaksa gitu jawabnya.. lancar kuliahnya na, bagas juga satu fakultaskan jadi ada barengannya tiap hari, eh na, bagas udah punya pacar loh"
"serius? anak kampus juga?"
"iya senior gitu, mana cakep banget lagi, duh ngirinya"
"ya kamu pacaran aja kalau mau bay, kenapa musti iri coba?" muka ganteng gitu siapa coba yang mau nolak? ... ? hahaha apa aku aja ya yang kebangetan
"enak aja, gini gini aku tuh setia tau, tapi na.. kira kira kapan gitu aku di kasih jawaban? aku siap nikah muda kok kalau kamu mau"
anjir... ni bocah kenapa lemes bener sih mulutnya, nggak ada filternya apa!
"sabar ya bay, kalau nikah aku belum siap, tapi aku usahain kasih jawaban secepatnya"
"okey okey, santai neng, nggak usah buru buru, aku akan selalu sabar menantimu"
nggak terasa sudah hampir jam 7 aku segera mengakhiri panggilan dan memulai pekerjaanku
di meja makan ada pak zein yang sudah rapi dengan setelan jas, di seberangnya pak zainal dan bu diana sedang menimang nimang cucu kesayangannya
"pagi sayang, ayo duduk kita sarapan bareng"
"halo semua, selamat pagi"
keluarga ini sangat baik padaku, tidak heran aku merasa nyaman tinggal disini, semalam juga bu diana memintaku untuk istirahat karena beliau akan mengurus kevin, biasanya kami hanya makan bertiga tapi kalau ramai begini jadi semakin canggung
"em.. maaf ada yang ingin saya sampaikan"
semua melihat ke arahku
"kenapa sayang?" tanya bu diana lembut
"apa saya boleh izin besok? sebenarnya saya belum memberitahu keluarga saya soal pekerjaan saya disini, rencananya besok saya mau bertemu kakak jadi kalau boleh saya minta libur 1 hari"
"ya ampun... kamu belum cerita? ya sudah kamu boleh izin, terus gimana kalau kamu nggak di izinin kerja disini lagi?"
entahlah, aku juga tidak tau soal itu, semoga saja bisa di bicarakan baik baik
"kalau ada apa apa kamu kabari aku aja, nanti biar aku yang urus, gimana pun kami masih butuh bantuan kamu" ucap zein
aku hanya mengangguk setuju, wajahnya tampak lesu, apa dia pulang larut malam atau baru pulang pagi ini untuk ganti baju dan sarapan saja?
pasti lelah harus bekerja sementara kondisi rumah tangganya sedang kacau, apapun itu semoga mereka bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik walau bagaimana pun kevin sangat membutuhkan ibunya
aku mengantar pak zein sampai depan pintu, entah kenapa itu jadi kebiasaan
"kamu pergi jam berapa nanti?"
"mungkin sore pak, setelah kevin makan dan mandi"
"bisa tunggu sampai aku pulang, biar aku antar kamu ke kos"
"nggak papa pak, saya bisa pergi sendiri bapak pulang tepat waktu dan istirahat saja, kelihatan capek banget"
"ya sudah kalau gitu, saya berangkat dulu, kamu hati hati"
"iya bapak juga hati hati"
...
aku merapikan tempat tidur, menyapu dan mengepel lantai setelah itu merapikan pakaian yang akan kupakai
"kamu nggak nunggu papanya kevin pulang aja, biar di anter"
"nggak papa tante, saya naik ojek aja, nggak jauh juga kok"
"ya sudah kalau maumu begitu, oh ya.. kamu ngomong baik baik ya sama kakakmu, kami semua butuh bantuan kamu untuk mengasuh kevin setidaknya sampai kami dapat baby sitter yang baru, kalau nggak berhasil kamu bilang zein biar dia bantu jelasin"
"tante tidak perlu khawatir, akan saya bicarakan baik baik"
satu minggu sudah berlalu, tapi langkah pertamaku yang tertunda baru saja di mulai, semoga semua berjalan dengan baik. Amiin