Tak terasa, para siswa dan siswi sudah lembali pada saatnya menerima hasil belajar mereka sebelum naik ke tingkat akhir. Dan hasil tahun ini, sungguh sudah diduga kalau Dean berhasil menyabet juara utama lagi. Irene tidak bisa mengalahkan cowoknya yang memang selalu meraih nilai sempurna. Bukan hanya nilai teori saja, nilai sikap Dean juga sangat sempurna. Dean Alvaro Wijaya perlahan sudah mulai memahami pentingnya bersikap baik dan pendidikan untuk usianya sekarang. Irene tidak iri! Seperti biasa, dia akan senang walau terus berdiri di sebelah Dean sebagai peringkat kedua. Karena dia tahu, dia ikut andil saat mendukung Dean maju hingga ke tahap ini. Secara tak langsung, Irene adalah juara yang sebenarnya. Begitulah pikir Irene. “ Wah! Aku menang lagi nih, Sayang.

