Waktu liburan berlalu begitu saja. Dean merasa waktu terlalu cepat berlalu, karena belakangan ini Irene terus saja berusaha menghindari dirinya. Gadis itu masih berstatus pacarnya, tetapi jarang sekali mereka bertemu. Dean juga harus melakukan banyak pertandingan basket hingga nyaris tak sempat bicara empat mata dengan Irene. Tapi jujur, dia sangat merindukan gadis itu. “ Gila! Gue kangen banget sama Irene! Aku harus bicara sama dia pulang sekolah nanti!” tekadnya. Hari ini, dia harus menyelesaikan ulangan harian dengan fokus dan mempertahankan posisinya sebagai juara utama seperti sebelumnya. Secara tak sadar, Dean ternyata punya ambisi untuk tetap berada di posisinya dan tak rela kalau sampai lengser. Tak terasa, waktu pun berlalu dan bel pulang sekolah berbunyi. Dengan cepat, dia kel

