Kepercayaan Yang Ternodai

1834 Words

Selama di dalam perjalanan, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Dira dan Avan. Dira tampak melamun sambil menerawang ke luar jendela sampingnya. Perempuan itu masih terpaku pada peristiwa yang telah menimpa dirinya semalam. Bahkan, air matanya tak henti-hentinya menetes tanpa mau kompromi. Sekarang Dira tidak perlu berpura-pura lagi karena sudah keluar dari kediaman Danudirja. Sebenarnya tadi hatinya terasa sangat sesak karena harus menahan emosinya. Sedih? Tentu. Kecewa? Apalagi. Marah? Sudah pasti. Emosi yang dia rasakan terasa campur aduk. Ia tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa sekarang. Ingin marah dan mencakar wajah tampan kakak iparnya? Sudah pasti ingin dia lakukan. Namun, ia masih mengingat bagaimana tenaganya yang tidak sebanding dengan tenaga pria yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD