Siapa Dia?

1725 Words

Sampai di kamar, Dira langsung berbaring dan Avan menyelimutinya dengan hati-hati. Vani mencoba melihat kaki putrinya yang sudah tertutup dengan selimut. “Nggak apa-apa, Ma! Tadi sama Kak Avan juga udah diurut sebelum ke dokter,” ucap Dira menolak dengan halus. Tentu saja ia tidak ingin membuat mamanya curiga kepada dirinya. Mana mungkin ia berani menunjukkan kakinya yang terkilir jika pada kenyataannya memang tidak seperti itu. “Beneran, Sayang? Kamu ini mesti ceroboh, kaki kamu ini padahal baru aja sembuh dan sekarang malah terkilir lagi,” tanya Vani untuk memastikan. Pertanyaan dari mamanya hanya dijawab sebuah anggukan oleh Dira. Perempuan itu tidak berani mengeluarkan banyak kata karena tidak ingin salah berbicara dan nantinya malah membuat mamanya curiga. “Makasih banyak ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD