Keluar dari kamar Dira, Avan bergegas masuk ke dalam kamarnya sendiri. Pria itu langsung meraba dadanya setelah menutup pintu. Tubuhnya bersandar di belakang pintu dengan jantung yang sudah berdetak sangat kencang seakan ingin melompat dari tempatnya. “Huh … ada apa dengan kamu, Avan?” lirihnya. Selama hidupnya, baru kali ini Avan merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya. Ia tahu jika di saat sedang berdekatan dengan Dira pasti jantungnya terasa tidak baik-baik saja. Namun, selama itu pula dia dapat menguasainya dengan sangat baik. Sejak tadi sore Avan sudah gelisah karena menunggu Dira tidak juga kunjung pulang. Di dalam kepala pria itu sudah muncul segala pemikiran yang tidak-tidak. Bahkan, sempat ia berpikiran jika Dira memiliki selingkuhan dan hanya beralasan pamit pulang

