Kini Avan sudah tampak duduk di ruang tengah bersama dengan kedua orang tuanya. Di hadapannya tampak seorang wanita cantik dengan segala kesempurnaannya duduk dengan anggun sambil menatap ke arah dirinya. Entah kenapa malam ini ia melihat perempuan itu terlihat sangat cantik. “Kamu jadi ngaterin Dira balik?” tanya Abi pada putra sulungnya. “Jadi, Pa. Om Dirga juga udah minta tolong ke Avan buat nganterin dia,” jawab Avan sambil sekilas menatap ke arah papanya. CEO muda itu kembali menatap ke arah Dira dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Rasa yang sudah lama dia pendam seakan ingin memberontak untuk naik ke permukaan. Tentu saja sering kali ia tampak mengeraskan rahangnya sebagai pengalihannya. Ia tidak inggin sikapnya dapat mengundang kecurigaan kedua orang tuanya. Oleh karena

