“Diam …!” Terdengar suara laki-laki yang membentak Dira untuk meminta perempuan itu diam. Tubuh perempuan itu pun langsung membeku. Darahnya juga terasa berhenti mengalir. Tiba-tiba saja ruangan seakan berputar dengan sangat cepat. Tubuhnya juga terasa sedingin es. Suara itu, sebuah suara yang terdengar berat dan juga serak sangat familiar di telinganya. Dira tidak bisa lagi melawan bukan karena dia tidak ingin melawan, tapi tubuhnya telah terkunci oleh tubuh berotot pria misterius tersebut. Air mata perempuan itu juga sudah mulai memberontak keluar dari mata indahnya. Dira yang malang. Terkejut? Jangan ditanya. Panik? Tentu. Takut? Sudah pasti. Perempuan itu tidak pernah menduga jika keputusannya untuk menginap di rumah mertuanya akan membuat dirinya mengalami kejadian yang ti

