Pergelangan kakinya tiba-tiba saja ditarik paksa oleh Avan. Tentu saja Dira kaget dan secara otomatis langsung berteriak. “Aakkhh …,” teriak perempuan itu. Satu tangannya masih berusaha menutupi bagian dadanya yang hanya ditutupi oleh pakaian dalam saja. Pakaiannya sudah tak berbentuk sempurna lagi akibat ulah pria itu yang dengan seenaknya merobeknya. Tangan yang satunya Dira gunakan untuk menggapai apa pun yang bisa dia jadikan pegangan karena ia tidak ingin berada di bawah kungkungan pria itu lagi. Namun, tenaganya ternyata tidak sebanding dengan tenaga prria tersebut. Meskipun dia berusaha melawan sekuat tenaganya, tapi tetap saja semuanya seakan sia-sia. “Keringat mu sangat harum, Sayang. Udah lama aku merindukan aroma ini,” racau Avan. Pria itu terus saja menciumi leher Dir

