Sebuah Kepercayaan

1582 Words

Tak terasa akhirnya Dirga sudah diperbolehkan pulang. Pria paruh baya itu masih harus melakukan rawat jalan untuk melanjutkan proses pemulihannya. Kaki Dira juga sudah sembuh. Perempuan itu juga sudah tidak perlu lagi memerlukan alat bantu untuk menopang tubuhnya lagi. Namun, ia tetap harus berhati-hati agar tidak cidera lagi. Dira dengan telaten merawat papanya di kediaman Hartono. Avan juga tidak pernah telat mengantarkan pria paruh baya itu untuk kontrol. Bahkan, hampir tiap hari CEO muda itu datang ke kediaman Hartono untuk melihat kondisi Dirga. “Terima kasih, kamu udah perhatian sama Om,” ucap Dirga pada Avan. Kedua pria yang berbeda usia itu tampak sedang duduk di kursi teras samping. Di depannya ada suara gemericik air yang berasal dari kolam ikan. “Sama-sama, Om. Avan hany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD