bc

MY BOSS, MY DEBT COLLECTOR

book_age16+
103
FOLLOW
2.2K
READ
forbidden
HE
opposites attract
arrogant
badboy
boss
mafia
blue collar
drama
sweet
bxg
office/work place
lies
love at the first sight
assistant
like
intro-logo
Blurb

April, seorang wanita yang terperangkap dalam utang besar setelah secara tidak sengaja merusak barang mahal di sebuah pesta. Kevin, CEO tempat April bekerja, muncul sebagai penyelamat dan mengaku sebagai kekasihnya untuk menyelesaikan kekacauan. Namun, hubungan palsu ini menjadi mimpi buruk ketika April harus tinggal bersama Kevin sebagai jaminan utang yang semakin menumpuk.

Di tengah kebingungannya, April menemukan sisi lembut Kevin yang berbeda dari citra keras yang selama ini ia dengar. Namun, hubungan mereka semakin rumit ketika seorang perempuan misterius yang mengaku sebagai kekasih Kevin kembali muncul, mengguncang kehidupan mereka berdua.

Dengan berbagai rahasia yang terungkap, dari ancaman yang datang hingga masa lalu Kevin yang kelam, akankah April mampu bertahan? Ataukah menyerah dan memilih untuk pergi?

---

“Tapi... apa saya bisa mencicilnya Pak Kevin?”

“Bisa, tapi dengan bunga 10% setiap bulannya.”

“A—apa? 10%? Bagaimana aku bisa membayarnya dengan bunga sebesar itu?” yang ada utangku makin bertambah, gajiku saja tidak cukup untuk menutupi bunganya.

---

“Aku bisa memotong utangmu. Satu juta untuk sebuah ciuman, dua juta menemaniku tidur, dan jika lebih dari itu aku akan memotong utangmu lebih banyak lagi.”

“Kalau seperti itu, bukankah sama saja aku seperti menjual tubuhku padamu?”

chap-preview
Free preview
PART 1: Hari Tersial
Di tengah hingar-bingar pesta dan tawa penuh suka cita, aku hanya bisa termenung diam dan meremat ponsel setelah melihat pemandangan yang membuatku merasa seperti keledai bodoh. “Pril, emang enak hidup kayak gini? Semakin kamu baik, kamu justru semakin dimanfaatkan. Apalagi mereka bukan siapapun, hanya kebetulan orangtua angkat saja, itupun aku tidak yakin mereka merawatmu tulus atau memang ada akal bulus.” Aku hanya bisa termenung mendengar penjelasan Meilida—sahabatku. Sejujurnya, terkadang aku merasa seperti itu, tapi kalau aku tidak memenuhi permintaan mereka pun, rasa bersalah dalam hatiku selalu saja lebih besar daripada rasa dimanfaatkan. “Kamu ini kenapa perhitungan sekali sih Pril? Ibu hanya meminta modal untuk usaha kakak kamu. Sudah bagus kakak kamu mau bekerja, tapi kenapa kamu pelit sekali sih? Toh ibu gak minta semua uang kamu. Cuma sepuluh juta aja.” Itu seminggu lalu. “Kenapa sih setiap kali ibu minta uang selalu saja banyak tanya? Uang ini bukan buat ibu kok, tapi buat adik kamu sekolah. Takut banget duitnya buat foya-foya. Cuma minta dua juta. Pelit banget. Ibu aja gedein kamu gak perhitungan.” Itu tiga hari lalu. “Ibu cuma minta uang buat makan, memangnya kamu mau liat ayah kamu yang lagi sakit itu kelaparan hah?! Uang itu bica dicari! Nyawa orang gak bisa diganti! Kamu ini masih anggap ibu sebagai ibu kamu gak sih? Kenapa setiap butuh uang kamu buat ibu kayak pengemis gini?” Itu hari ini, namun bukan itu yang membuatku merasa dibodohi dan dimanfaatkan. Tapi saat aku tahu ibu dan adik angkatku sedang berfoya-foya dan kakakku ternyata gemar berjudi. Mereka tidak menggunakan uang yang kuberikan sesuai dengan permintaan yang mereka buat. Aku pun sempat protes, tapi apa yang aku dapatkan? Hanya caci maki. Aku dianggap tidak tahu diri. Sampai, aku tidak bisa protes lagi, aku juga tidak memiliki tenaga lagi untuk menolak. “Nikah aja kali ya biar gak pusing?” Ucapku asal. “Kayak punya pacar aja mau nikah.” Balas Mei. “Kamu benar, jangankan pacar, gebetan aja gak punya.” “Nikah juga gak berarti jadi solusi terbaik kalau kamu nikahnya bukan sama cowok yang spesifikasinya kayak Pak Kevin. Tampan, mapan, keliatan galak tapi kalau sama yang dia cintai bucin, family man.” Aku hanya bisa tertawa. “Ngibul. Gak mungkin ada yang kayak Pak Kevin, nikah sama Pak Kevin-nya juga makin gak mungkin.” “Tapi Pril, dia punya power yang bisa bikin kamu lepas dari keluarga toxic kamu itu Pril. Siapa yang akan berani pada Pak Kevin? Kalau cowoknya kayak Tomi jangan harap, yang ada kamu diselingkuhin tiap minggu. Amit-amit. Awas aja kalau lo sama dia. Se-hopeless-nya lo pengen nikah, jangan sampai lo mau sama dia.” “Enggaklah, ngapain nikah sama cowok spek buaya kayak gitu?” “Masalahnya Pak Kevin emang mau sama gue? Gak mungkin kali Mei. Gila aja. Gak inget mantannya kayak apa?” Aku melirik Mei yang hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Lagian lo gak inget apa gosip tentang Pak Kevin?” Mei tiba-tiba bergidik. “Bener juga, jangan deh jangan. Ngeri.” Pak Kevin, dia adalah CEO di hotel tempatku bekerja. Pria paling sempurna di kantor kami, sampai-sampai banyak karyawan yang sering cari perhatian pada Pak Kevin. Entah dengan penampilannya atau dengan sengaja memberi hadiah. “Tuh liat.” Mei menunjuk dengan dagu. Aku menoleh ke kanan, melihat Pak Kevin yang datang dengan asisten pribadi dan dua orang pengawal. Gerakan Pak Kevin selalu bagaikan gerakan slowmotion di mataku, bahkan aku bisa menangkap senyuman tipisnya yang jarang sekali terlihat itu. Tatapan matanya tajam, tapi bagai candu yang selalu ingin aku lihat. Seketika aku menahan napas, menahan degup jantung yang mulai berdetak kencang. Detakan yang tidak pernah berubah sejak pertama kali aku melihatnya sebagai Senior ketika aku SMA. “Katanya takut, tatapannya penuh cinta gitu.” Aku mendesis kecil. “Gak usah ngarang.” “Kalau cinta bilang aja kali.” “Bilang juga gak akan ngaruh sama apapunkan?” “Emang gila lo. Udah tahu gosipnya dia kayak gitu. Masih aja suka.” Kedikan kecil aku berikan. “Udahlah mendingan kita nikmati pesta ini berdua. Kapan lagi ke pesta mewah beginikan?” Kebetulan aku dan Mei adalah sekretaris dari manager kami masing-masing, jadi kami di undang juga ke pesta ini. Pesta Aderfia’s Group—kumpulan perusahaan Pak Kevin dan sahabat-sahabatnya. Saat aku dan Mei sedang menikmati pesta, seseorang tiba-tiba menarik rambutku kencang. “Argh!” Aku tidak bisa melakukan apapun selain berusaha melepaskan jeratan kencang tangan di kepalaku. Demi apapun dijambak tiba-tiba membuatku terkejut, kepalaku langsung pening. “Ini kan jalangnya?! Ini Tomi?! Dia yang rebut kamu dari aku?!” “Argh!” perempuan itu pun mengerang, aku lihat Mei ikut menjambak perempuan itu. “Siapa lo ikut-ikutan?! Lepas gak?!” cengkramannya pada kepalaku lepas, perempuan itu kini menjambak Mei, segera aku tarik perempuan itu, mendorongnya kencang hingga terhuyun. “Tomi! Jangan diam saja! Bawa pacarmu ini!” “Aku sudah bilang aku tidak punya pac—APRIL!” BRUK! PRANG! Tubuhku terhuyun, saat didorong kecang, meja yang ku pegang dan semua yang ada di atasnya terjatuh bersamaan denganku yang jatuh terduduk dan kaki terkilir. “JALANG SIALAN!” itu suara Mei, dia menarik perempuan itu menjauh dariku, mendorongnya kencang hingga membentur meja lain. Setali tiga uang dengan keadaanku, perempuan itu pun jatuh bersama dengan meja, buruknya sebuah kursi juga jatuh hingga menimpa sebuah guci, sampai suara pecahan nyaring terdengar. “Gua gak ada urusan sama lo!” dia mendorong Mei menjauh, lalu kembali berjalan ke arahku. “Urusan gua sama lo! Jalang! PELAKOR!” Aku menyembunyikan wajah dengan kedua lengan saat melihat perempuan itu datang dengan sebuah botol. “LEPASKAN!” Ternyata pengawal datang, mereka memegang perempuan itu. “Seharusnya kalian menangkap jalang itu! Dia akan mempermalukan perusahaan kalian!” Jika saja kakiku tidak sakit, aku akan bangun, dan merobek mulutnya itu! Tanpa aku sadari, seseorang mendekat, menutup pundakku dengan jas, kemudan berseru. “Apa yang kalian lakukan pada kekasihku?!” Seketika mataku terbelalak mendengar suara itu. Pak Kevin!

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook