Seorang pria dengan jaket hitam baru saja tiba bersama antek-anteknya. Kedatangannya itu langsung disambut oleh temannya yang berada di tempat itu, sebuah bangunan yang letaknya tersembunyi di ujung kota. "Sesuatu mengundangmu kemari? Bukankah seharusnya kau tetap berada di ibukota sebab polisi berhasil melacak seranganmu pada salah satu kolonel beberapa hari yang lalu?" kata Alana, gadis itu mengikuti langkah Bagas masuk ke dalam bangunan dan menuju ruangan Frans. "Percayalah padaku bahwa kasus itu akan segera ditutup," ucap Bagas, seolah dirinya sudah hapal apa yang akan terjadi. "Benarkah? Lalu apa yang mengundangmu kemari?" "Gladis," jawab pria itu. Mereka tiba di ruang pertemuan. Alana menjatuhkan tubuhnya di sebuah kursi tak jauh dari Frans, sedangkan Frans terlihat sedang

