1 tahun kemudian
Banyak momen yang sudah terlewati selama satu tahun ini. Mulai dari hari raya Idul Fitri, hari raya Qurban dan semakin majunya hubungan Andanu dan Gege.
Hari ini adalah hari penting bagi Gege. Hari kelulusan yang telah ditunggu-tunggu. Setelah 3 tahun berjuang untuk mendapatkan hasil kelulusan yang terbaik, hingga hari inilah akhir perjuangan Gege.
Gege mendapatkan posisi runner up hasil tertinggi ujian. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan hal itu. Perlu perjuangan yang berat dan lama, menyita banyak waktu untuk belajar dan masih banyak yang lainnya.
Wisuda Gege hari ini dihadiri oleh semua anggota keluarga Priyambodo dan Hastungkara. Karena Arsha juga wisuda hari ini.
Gege hari memakai kebaya brokat berwarna biru muda dengan kerudung yang ujungnya dililitkan ke lehernya dan high heels berwarna senada dengan kebayanya. Ditemani dengan andanu yang tak kalah kompak dengan batik lengan panjang berwarna senada dengan Gege. Dengan sepatu pantofel mengkilat menghiasi kaki jenjang dan kokohnya.
"Selamat ya, Sayang. Semoga ilmunya barokah dan bermanfaat di masa depan. Bunda bangga banget sama kamu." Ucap Bunda Ery dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk hangat anak perempuannya.
"Barakallah ya, Nduk. Ayah selalu mendo'akan yang terbaik buat Gege. Jangan sampek ilmunya nganggur ya. Ayah sayang banget sama kamu." Ucap Ayah Hadi yang juga sambil memeluk anak perempuannya.
"Hei adek kecilnya Abang, udah lulus SMA aja kamu. Tetep rendah hati ya meskipun udah jadi juara. Abang sayang kamu." Ucap Gandhi sambil merangkul hangat tubuh Gege.
"Selamat ya Ge, kita udah lama bareng-barengnya. Lo udah Gue anggap kayak adek sendiri. Gue harap kita tetep sama-sama sampek nanti, tetep jadi sodara Gue yang paling Gue sayang." Ucap Yusuf yang juga sambil memeluk erat sahabatnya.
"Selamat ya Sayangnya Mas. Tetep jadi Gege yang Mas kenal ya, yang rendah hati, nggak sombong dan tetep jadi Sayangnya Mas." Ucap Andanu mesra sambil menggenggam tangan Gege.
Ucapan selamat mengalir lancar dari keluarga Priyambodo dan Hastungkara. Mereka bersuka cita atas kelulusan Gege dan Arsha. Selama satu tahun itu, tali silaturahmi kedua keluarga mereka semakin erat dan hangat layaknya keluarga kandung.
Setelah acara wisuda itu, kedua keluarga mengusulkan untuk mengadakan pesta untuk merayakan kelulusan Gege dan Arsha. Mereka mengadakan barbeque party di rumah keluarga Priyambodo. Acara dilaksanakan pada malam hari dan berhubung besoknya adalah hari minggu.
Malam hari
Mobil Andanu yang berisi Mama Sonia, Papa Arya , Andanu, Arsha dan Arjuna telah tiba di halaman depan rumah keluarga Priyambodo. Arjuna membawa gitar ditangannya dan dan bantal leher tergantung ditengkuknya. Tak lupa headphone terpasang apik di telinganya. Serta speaker aktifi mini. Arsha membawa kamera di dan tripod yang akan digunakan untuk mengabadikan momen malam nanti.
Setelah semua anggota keluarga terkumpul, mereka menuju kebelakang untuk menyiapkan daging dan alat panggangan yang akan dipakai untuk barbequan.
Untuk outfit Gege malam ini adalah gamis rompi warna putih dan dibalut dengan hoodie oversize warna coklat s**u. Dengan kerudung segiempat putih dan sandal bulu warna putih.
"San, sekarang ayam mahal ya. Hampir 40 ribu loh dipasar tadi pagi waktu saya cari ayam buat ini." Ucap Bunda Ery kepada Mama Sonia. Mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan besan.
"Iya, wong kemarin Juna tak suruh ke pasar juga gitu. Katanya 'ayamnya sekarang mahal, Ma. Susah cari harga yang miring'." Ujar Mama Sonia.
"Besan suruh Juna? Hahaha. Kok mau ya? Itu Gandhi malah sebaliknya, susah banget suruh-suruhannya."
"Hahaha. Ya harus mau, San. Tak paksa kalo nggak mau."
"Saya jadi bayangin wajahnya kalo terpaksa mau disuruh."
"Wah! Jangan ditanya. Mrengut mecucu koyok iwak cucut, San. Hahaha."
Para wanita dan 2 gadis menyiapkan bumbu barbeque, makan malam serta minuman. Sedangkan para lelaki menyiapkan alat panggangan dan tempat untuk bersantai dan makan barbeque sekalian makan malam.
Gege dan Arsha kebagian untuk membuat makan malam.
Arsha bisa dibilang mahir dalam perdapuran. Terutama untuk kue dan cake. Kedua gadis itu bercanda ria sambil menyiapkan hidangan makan malam. Untuk makan malam, Gege dan Arsha membuat sayur bobor dan tumis kangkung, lauknya mereka membuat pindang tepung dan kerupuk.
Bukan tanpa alasan mereka membuat makan malam berbahan dasar sayur, itu diperlukan untuk menyeimbangkan menu mereka semua malam ini. Karena setelah makan malam, mereka semua akan menyantap barbeque yang berbahan dasar daging.
Saat sudah siap segalanya, semua makanan dibawa kebelakang dan disusun di meja yang sudah disiapkan oleh para laki-laki. Mama Sonia, Bunda Ery dan Arsha sudah berada dibelakang dan meninggalkan Gege sendiri di dapur yang sedang membereskan alat memasak.
Gege dengan cekatan mencuci dan menaruh alat masak yang sudah bersih ke tempatnya. Saat ia sedang mencuci panci, ia dikagetkan dengan tangan kekar yang melingkar membelit perutnya. Ia terkejut hingga panci yang akan ia cuci hampir saja jatuh ke lantai.
"Astaghfirullah!!" Gege menoleh kebelakang. "Mas! Jangan ngagetin dong." Gerutu Gege melihat Andanu hanya cengar-cengir mendengar protesannya.
"Hehe. Maaf, Yang. Daritadi aku cariin kamu kok nggak ada, taunya masih ada disini." Ucap Andanu sembari menumpukan dagunya dibahu Gege. Tangannya masih erat membelit perut Gege.
"Ih! Lepas dulu, Mas. Nanti ada yang ngeliat lho." Gege mewanti-wanti semoga tidak ada yang melihat adegan ++ nya dengan Andanu.
"Bentar ah! Aku tuh masih kangen sama kamu. Diem dulu." Ujar Andanu.
"Nikahin dulu akunya, Mas. Baru boleh peluk sepuasnya."
"Besok aku lamar resmi kamu. Terus 1 bulan kemudian aku nikahin kamu." Ucap Andanu enteng.
"Iya-iya. Udah ya? Kita juga harus nyusul kebelakang lho."
"Ck! Yaudah iya. Ayo." Ujar Andanu pasrah.
Disana sudah terpasang tenda yang sudah dihiasi lampu dan pernak-pernik lain yang dapat menambah estetika tenda tersebut. Terlihat disana Arsha sudah siap dengan kamera dan tripodnya. Arjuna sudah siap dengan headphone dan gitarnya lalu duduk di dalam tenda. Andanu menyusul lalu duduk disamping Arjuna yang memainkan lagu dengan gitarnya.
Gege bergabung dengan Ayah Hadi dan Papa Arya yang sedang membakar beef steak sedangkan Arsha bergabung dengan Bunda Ery dan Mama Sonia yang sedang membakar ayam bakar madu.
Sedangkan Gandhi sendiri tidak bisa bergabung karena setelah pagi tadi menghadiri wisuda adiknya, ia langsung bertolak ke Pasuruan untuk menangani masalah pembukaan cabang baru bengkelnya.
"Gimana le kok Eneng manis le bikin susah move on terngiang-ngiang e, aku jadi gimana-gimana gitu ya Neng, kita ud--"
"Heh! Ngapain colek-colek istri Mas. Haram!" Andanu berteriak kesal karena Arjuna menyanyi sambil mencolek dagu Gege, berniat menggoda. Dan parahnya Arjuna melakukannya saat Andanu berada di samping Gege.
"Oalah Mas Mas. Dikit aja napa, medit eram! Nasib-nasib, kapan aku payu." Balas Arjuna sambil berjalan menuju tenda menghindari Mas-nya.
"Hahaha. Mas mu itu nggak bisa diajak guyon, Jun. Kok jaraki ae ket mau." Ucap Papa Arya sambil membolak-balik kan beef steaknya.
"Jangan terlalu posesif dong, Mas. Kasian Gege-nya." Ucap Arsha menyahuti obrolan Arjuna dan Andanu. Ia juga berniat menggoda Arjuna dengan candaannya.
"Biarin. She is mine. Cup" Ujar Andanu sambil memeluk Gege dari samping dan mencium pipi Gege sekilas. Gege terkejut dengan tindakan tiba-tiba Andanu.
Sayang sih sayang, tapi malunya itu loh.
"Aduh duh! Dunia milik berdua ya gini. Yang lain mah nyewa."
"Gini nih kalo udah bucin!"
"Apalah aku yang jomblo ini, hanya serpihan wafer!"
"Aww! Mata polos suciku ternodai."
"Ma, ayo kekamar aja yok!"
Begitulah godaan-godaan yang dilontarkan para anggota keluarga kepada Andanu dan Gege. Gege? Pastilah malu setengah mati. Kalau hanya berdua mungkin ia hanya gugup dan deg-degan, tapi ini? Ini adalah kali pertama ciuman Andanu dilakukan di depan umum. Andanu sendiri hanya menanggapi dengan datar dan terlihat tak menampakkan raut keberatan atas godaan keluarganya.
Apakah kalian sedang mencari dimana Muhammad Yusuf Bina? Yusuf dijanjikan jika setelah kelulusannya, ia dibawa liburan ke Yogyakarta oleh orang tuanya. Lebih tepatnya mengunjungi domisili asli Mama Masruroh, yaitu Yogyakarta. Jadi ia dan keluarganya tidak bisa mengikuti acara barbeque party di rumah Gege.
Acara barbeque party malam ini berjalan dengan lancar dan berakhir pada jam 23:30. Keluarga Hastungkara di paksa untuk menginap untuk malam ini di rumah keluarga Priyambodo. Mama Sonia dan Papa Arya menempati kamar tamu, Andanu dan Arjuna menempati kamar Gandhi, dan Arsha tidur bersama Gege.
Pukul 03:00 pagi Gege turun kedapur untuk mengambil minum sekalian salad buah yang ia buat kemarin. Saat membuka kulkas ia dikagetkan dengan tangan yang lagi-lagi melingkar diperutnya. Bahunya terasa berat karena dagu seseorang. Ia sudah menduga bahwa itu adalah Andanu.
1 tahun saling mengenal membuat Gege mulai terbiasa dengan kebiasaan Andanu yang suka menempelinya layaknya lem lalat jika sudah bertemu.
"Lepas atau tak cakar, Mas?" Ucap Gege to the poin.
"Cakar aja. Itung-itung buat simulasi kalo nanti udah nikah." Ucap Andanu enteng..