Midodareni Lan Pingitan

1219 Words
Hari ini dan malamnya adalah acara Midodareni serta Pingitan dilaksanakan. Midodareni adalah salah satu adat jawa pernikahan yang masih dilestarikan sampai sekarang. Cara pelaksanaanya yaitu calon pengantin wanita yang tidak boleh tidur sebelum jam 12 malam dan ditemani oleh beberapa orang yang akan memberikan wejangan tentang dunia pernikahan. Serta pengantin yang bertamu kerumah calon pengantin wanita dan hanya disuguhi nasi dan air putih saja. Pingitan dilakukan selama kurang seminggu, dimana calon mempelai wanita dan calon mempelai pria tidak di bolehkan bertemu. Dan itu sangatlah menyusahkan bagi satu orang. Tentu saja orangnya adalah Andanu. "Yang...kangennnn! Nggak suka ah pingit-pingitan. Nggak bisa ketemu kamu. Nggak bisa tidur juga, mau di kelonin kamu." "Besok ketemu Mas, jangan lebay ih!" "Lama banget tau! Kamu mah jahat. Kamu nggak kangen ya sama Mas?" Begitulah aduan Andanu setiap kali ia menelepon calon istrinya beberapa hari terakhir ini. Ia dan Gege akan bertemu besok saat selesai akad dan ijab kabul. Baginya itu sangatlah lama. Mana bisa dia jauh-jauh dengan calon istrinya. Ia bisa menelepon Gege sebanyak 50 kali panggilan dan sebagian besar tidak diangkat oleh Gege, karena Gege adalah tipe yang 'jarang megang hape kalo dia nggak longgar waktunya' Ada yang sama? Malam hari Mama Sonia, Bunda Ery, Mama Masruroh, Arsha dan Gege berkumpul di kamar pengantin yang 80 persen sudah di selesaikan dekorasinya. Gege berada ditengah-tengah Bunda Ery dan Mama Sonia yang mengapitnya di atas ranjang. Mereka memberikan wejangan pernikahan untuk calon pengantin dan menemaninya agar tidak tidur sampai pukul 12 malam. Kecuali Arsha tentunya. Arsha hanya menemani Gege selaku calon kakak iparnya. "Nduk, besok udah ganti status jadi mantunya Mama. Semoga kamu betah ya sama tingkah polahnya anak sulung Mama. Mama nggak mau jelasin satu-satu, nanti kamu bakal tau sendiri. Makasih banyak juga udah mau jadi mantu Mama." Ucap Mama Sonia dengan terkekeh. Gege tergelak ringan. "Iya, Ma. Makasih juga udah bolehin Gege jadi Mantu Mama." "San, kalo nanti anakku ada salah, tolong ditegur ya? Maklum juga kalo masih manja, orang dia anak bungsu. Nggak usah sungkan-sungkan kalo mau marahin Gege." Ujar Bunda Ery. "Ya ndak to, San. Orang Gege anaknya nurut gini kok. Dari sebelum Andanu kenal, aku juga udah srek sama anak cantikmu ini. Anaknya aja denok demplon gini, siapa calon mertua yang nggak srek?" Ungkap Mama Sonia jujur sambil memeluk erat calon menantunya. "Nduk, nanti kalo udah nikah jangan lupa sama Mama ya? Nanti kalo mau main-main kerumah, bilang dulu biar Mama nyiapin makanan kesukaan kamu. Ajak suamimu juga, biar dia tau kalo istrinya punya banyak ibu. Hahaha." Ujar Mama Masruroh diakhiri dengan candaan. Kasih sayang Mama Masruroh terhadap Gege sama dengan kasih sayangnya terhadap anaknya sendiri, Yusuf. Mengingat Yusuf adalah anak semata wayangnya. "Ya nggak dong, Ma. Mama tetep jadi Mama kedua Gege setelah Bunda, habis itu Gege juga bakal punya Mama lagi. Gege beruntung banget banyak orang yang sayang sama Gege." Ucap Gege tulus seraya memandang sayang ketiga ibunya. "Eh Nduk, nanti kalo anak Mama kurang ajar tendang aja selakangannya. Biar kapok!" Ucap Mama Sonia terkikik geli. Seketika semua yang ada diruangan itu tertawa keras. "Aneh banget, masa istri sendiri nggak boleh di kurang ajarin. Nggak afdhol dong!" Kalimat di atas adalah kalimat yang pasti di ucapkan Andanu jika mendengar kata-kata Mamanya barusan. Karena jika Andanu di tinggalkan dengan Gege dalam satu ruangan, maka persentase otaknya hanyalah ada 10% kewarasan dan sisanya hanyalah ada niatan 'iya-iya'. "Hahaha, Mama bisa aja. Mas Danu baik banget kok, Ma. Pokoknya idaman banget!" Ungkap Gege memuji calon suaminya. "Di pelet apa kamu sama si k*****t? Perasaan dia nggak pernah pacaran, tapi sekali ngerayu perempuan ilmunya kelihatan profesional banget." Mama Sonia adalah definisi mertua idaman versi semua perempuan jomblo. Bisa diajak bercanda, ghibahin anak sendiri juga oke, apalagi diajak belanja, gasss lah, berangkat! "Di pelet martabak, San. Hahaha." Sahut Bunda Ery dengan tertawa lebar. "Mbak nanti kalo nanti MP live boleh ya?" Plak! "Heh! Lambemu!" Mama Sonia menepuk keras punggung belakang Arsha. Arsha sekali nyeletuk omongannya nggak di filter, jadi kotor kan. "Hehe." Sementara itu dikamar calon pengantin pria, terlihat Andanu sedang guling-guling di atas ranjang sambil berbicara sendiri. Gugup? Tentu saja! Besok ia akan menikahi pujaan hatinya, ia takut jika besok salah sebut nama dengan nama orang gila ujung jalan perempatan. Karena kebetulan namanya sedikit mirip. Greesha dan Gesa. Aduh! Maaf ya, Yang! Nama orang gila kok bagus banget? Iya, orang gilanya bekas model Victoria Secret kw 1000. Udah, jangan protes ya readers sekalian. Ayok baca lagi. "Ngapain juga ada pingitan segala, ya Allah. Hamba jadi nggak bisa ketemu Sayangku lho. Video call juga nggak dibolehin. Mana puas cuman telepon doang. Malah tambah kangen! Awas aja besok, aku cipokin bibirnya sampek pingsan!" "Nanti kalo udah jadi istri, siap-siap ya Sayangku. Nggak akan Mas biarin kamu tidur nyenyak tiap malem sebelum muasin dahaga Mas. Hehehe. Pagi missionary, siang doggy, malem WOT. Lengkap sudah 3 puas 5 keliyengan. Duh! Nggak sabar." Andanu berucap m***m sambil berfantasi liar terhadap Gege. Penantian 1 tahun lebihnya terbayar lunas esok hari. Hanya dia! Dan cuman dia yang akan mengambil alih kepemilikan Gege atas tubuhnya. Betapa bahagianya dunianya saat ini. Tiba-tiba ia ingin mencuri mesin waktu milik Doraemon agar memutar waktu kedepan dimana ia dan Gege akan melaksanakan kegiatan yang menguras salah satu cairan tubuh. "Mas Kamprettt! Woy buka! Cah bagus mau masuk!" Fantasi Andanu dibayarkan oleh teriakan dan gedoran bar-bar adik pertamanya. Dasar adek setan! Andanu beranjak dari ranjang dan membuka pintu yang sedari tadi di gedor-gedor tidak jelas oleh tangan adiknya. "Apa?!" Tanyanya dengan sedikit keras. "Ih! Ngegas mulu. Nggak dikasih jatah ya sama Mbak?" Ujar Arjuna dengan nada mengejek. Wah! Nantang singa kurang belaian nih! "Jun, kemaren Mas baru beli barbel 10kg. Belum tak coba. Niatnya kepala kamu mau tak jadiin percobaan dulu, nyoba barbelnya original apa nggak. Mau kan?" Ujar Andanu santai. Arjuna meneguk ludah kasar. "Hehe, nggak-nggak Mas. Canda bos! Tuh, suruh kebawah sama Papa. Mau dikasih siraman qolbu katanya." Setelah mengatakan itu, Arjuna bergegas pergi tanpa sepatah kata. Andanu yang diperintahkan kebawah segera menuju kesana dan melihat Papa Arya sedang duduk dengan beberapa anggota keluarga besar Hastungkara. Kerabat dekat itu sudah datang dari kemarin dan memutuskan untuk menginap di rumah Papa Arya. Mengingat ini adalah pernikahan perdana keluarga Hastungkara generasi ke-7. Karena Papa Arya adalah anak sulung generasi ke-6. "Nah ini calon mantennya. Sini, An!" Andanu yang merasa namanya dipanggil lansung duduk disamping Papanya. "Wah! Aura mantennya keluar banget ya, Gus!" Celetuk salah satu orang yang duduk disana. Fyi, Gus itu adalah sebutan Kakak dalam bahasa jawa. Bisa juga dipanggil 'Man' atau 'Kang'. Andanu hanya tersenyum ramah mendengar pujian-pujian yang dapat membesarkan kepalanya. Ia sangat bersyukur atas pernikahan ini. Apalagi ia menikahi pujaan hatinya. Ia tidak bisa membayangkan jika dulu orang yang akan dijodohkan dengan dirinya bukanlah Gege. Cintanya, rasa sayangnya, tubuhnya, dan pikirannya sudah terlabeli dengan nama yang sama, yaitu Greesha Danurdara Priyambodo. Satu untuk forever. "Gugup ndak, Le?" Tanya Paklek Cahyo, selaku keponakan dari kakek Andanu. Masih bermarga Hastungkara. "Ya gugup, Paklek." Jawab Andanu malu-malu. "Nggak papa. Itu wajar. Meskipun kita laki-laki, gugup nggak dilarang. Tapi jangan sampai kebawa sampek besok ya. Besok harus siap fisik dan mental. Harus kelihatan wibawanya, bijaksananya, tanggung jawabnya dan masih banyak lagi. Kamu harus jadi imam yang bisa bimbing istri kamu ke jalannya Allah. Jangan main tangan kalo emosinya udah di ubun-ubun. Jaga dia sebagaimana kamu menjaga dirimu sendiri." Petuah Paklek Cahyo didengarkan khusyuk oleh Andanu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD