 Pemuda Impian

1740 Words
  54 hari aku bersamanya. Bersama pria yang mengaku ayahku.. Dia bilang aku punya 6 bulan untuk mengingat semuanya. Aku tak mengerti apapun.. Bayangan gelap yang selalu menghantuiku.. Mimpi mimpi yang aneh.. 6 bulan artinya kurang dari 180 hari. Tapi semakin lama dengannya.. Aku semakin merasa kalau aku memanglah Akira.. Bahkan aku mulai lupa Siapa aku sebenarnya.. Kebingungan seolah menelanku dalam kegelapan. aku tak tahu tujuanku Tidak sampai hari itu.. " Tuan putri, Raja memanggil anda." Tukas seorang pelayan penuh hormat. Izika tersenyum lalu segera berlari memenuhi panggilannya. Dipeluknya sosok tua yang tampak duduk pada sebuah ayunan panjang yang dipenuhi bunga pada setiap sisi yang mengikatnya . " Sayang, kemarilah." Ucap Raja menepuk sisi kosong disebelahnya. Izika tersenyum lalu duduk dan menyandarkan kepalanya dipundak kokoh pria itu. " Kau tahu Akira, sejak kecil, sejak ibumu meninggal aku merawatmu dengan sangat baik, kau putri tercantik didunia dan dihati ayah." Ucap sang raja membelai lembut rambut halusnya. Sangat nyaman. " Aku tahu itu." Jawab Izika hangat. " Karna itu, Ayah ingin kau mendapatkan pangeran yg juga sempurna. Mimpi ayah adalah melihatmu bahagia nak." Ucapan raja membuat Izika mengernyit. Terpancar raut bahagia di wajah tuanya yang mulai senja. " Maksud ayah?". Pria tua itu mengulas senyum lalu menatap mata Azul putrinya. Ditangannya tergenggam sebuah kotak berukiran emas berhias batu biru rubi dengan lambang sayap hitam dari berlian hitam. " Ayah bahagia nak, sangat bahagia. Kau tahu hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan. Sayang, kau mendapat lamaran dari kerajaan yang sangat besar." Tuturnya berapi api. " Apa?". Izika tercekat. Nafasnya seolah berhenti di kerongkongannya. Tidak, ini tidak boleh terjadi.. " Ayah .. tapi aku.." " Ayah mengerti sayang, tidak mungkin ayah menyerahkanmu jika kamu menolak. Kau putri ayah satu satunya." Mendengar ucapan itu Izika mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya lega. " Kotak ini adalah syarat dari ayah untuk sang pangeran. Itu dikirim dari sana. Dia adalah Pangeran Alexsander dari kerajaan Felix yang agung. Disini ada lukisan kecil dan segala hal tentangnya. Kau boleh melihatnya." Senyum sang raja lembut lalu menyerahkan kotak itu kehadapan Izika. Izika menerima kotak itu dengan hati berdebar. Itu kotak yang benar benar mahal. Perlahan gadis itu mengambil secarik kain yang digulung rapi disana. " Kau memiliki banyak waktu untuk memikirkannya sayang. Jika kau mengatakan iya maka pernikahan akan segera terjadi. Tapi jika kau menolak. Ayah akan segera mengirimkan pesan. Pikirkanlah !". Sang raja menepuk pundak Izika halus lalu beranjak pergi meninggalkan Izika sendiri. *** Hari itu adalah hari yang tak bisa aku lupakan. Saat perlahan aku membuka lembaran kain itu dan melihat wajah yang dilukis disana. Mataku seketika membelalak dan nafasku tertahan. Bagaimana ini bisa terjadi? Itu benar benar wajahnya. Pangeran itu benar benar ada.. Dan dia... Melamarku?? Keajaiban apa yang lebih besar dari ini? Aku mulai mengerti semuanya.. aku mulai memahami mengapa pria bertudung ini mengatakan ini adalah takdir. Ya, ini takdir yang tak ingin aku sesali. Inilah wujud dari permintaanku malam itu. Aku mulai mengulas senyum mengingat kata kata mr. VALLEN " Kepintarannya adalah warisan dari ayahnya, ketampanannya adalah pancaran dari ibunya dan kebijaksanaannya adalah lambang dari kejayaan dimasa itu."  Ya, aku sudah ditakdirkan untuk bersamanya. Dengan tangan gemetar aku menoleh kearah ayahku yang tampak tak begitu jauh disana. Hanya dengan menatap wajahnya dilukisan itu, aku sudah tak sabar bertemu dengannya. Ini benar benar gila. Dia .. melamarku??? Pria yang selalu menjadi imajinasi dalam mimpiku?? " Ayaaaahhh." Teriakku meloncat dari sana dan langsung berlari kearah sosok itu. Aku sangat bahagia hingga tak membaca bagian terpenting yang ditulis disana. Bagian yang harusnya lebih dulu aku baca. Mungkin jika saat itu aku membacanya, aku tak akan pernah menyesal. Mungkin aku tak akan buru buru bahagia. " Ada apa sayang?". Tanyanya saat aku menahan nafas didepannya. " Siapa ayah? Siapa tadi namanya?? Apa dia bernama prince Alexsander Oxtuz?". Tanyaku dengan nafas memburu. " Iya nak, bagaimana?". Senyum ayahku seolah mengerti. " Ayah.. kapan dia akan kesini?". Tanyaku mengulas senyum yang berarti iya. " Sudah kuduga kau akan mengatakan iya. Kemarilah nak, ayah ingin memelukmu, calon ratu istana Felix yang agung." Ucapnya membentangkan tangannya. Aku berhambur memeluknya. Ya, aku ingat kata kata mr. Vallen " Dia hanya mencintai putri akira, dan dia menikahinya. Tapi saat putri akira menghilang, maka segalanya berubah.". Kini aku tahu, mengapa jantungku berdetak cepat waktu itu dikelas. Ini karna aku adalah.. " Akira" nya. Aku mulai sadar kenapa aku berada disini.. mungkin inilah takdir, takdir agar aku tak pernah menghilang dari sisinya. Dari pria yang sangat mencintaiku. Tuhan, terimakasih Jika ini kegilaan, maka aku sangat bahagia dengan kegilaan ini. Jika ini hayalan maka selamanya aku ingin berada didalamnya *** Waktu demi waktu berjalan begitu lamban sejak hari itu. Rasanya setiap nafas yang kuhembuskan menjadi lebih berat. Aku tersenyum melihat sosok yang melangkah tegap dihadapanku, semua pelayan yang meriasku melangkah keluar " Ayah." Senyumku bahagia. Akhirnya hari ini tiba juga. Hari dimana untuk pertama kalinya aku melihatnya dan sekaligus mungkin inilah hari terakhirku melihat wajah tua didepanku. Entah kenapa hatiku menjadi begitu berat. Apalagi saat aku lihat matanya berkaca kaca " Sayang, ini adalah peninggalan ibumu. Kau terlihat begitu cantik sama ketika ayah melihat ibumu diistananya dihari pernikahan kami. " ucapnya. Aku benar benar melihat bulir bening meluncur dari mata tua azulnya. " Ayah.. jangan menangis." Ucapku bangkit memeluknya. Pelukannya kali ini benar benar terasa hangat. Beberapa detik kemudian pria tua ini terguncang. Air matanya membasahi pundak telanjangku lalu aku rasakan dia menarik nafas panjang sebelum akhirnya pura pura tersenyum dihadapanku. " Ayah menangis karna ayah sangat bahagia nak. Kerajaan ini akan menyatu dengan kerajaan Felix yang agung. Kau pasti akan sangat bahagia disana nanti. Ini pakailah, kau pasti akan terlihat sangat cantik." Ucapnya kemudian membalikkan tubuhku dan memasangkan sesuatu dileherku Sesuatu yang sangat indah dan membuatku terpukau. Juntaian kalung yang terbuat dari kristall murni berwarna merah menyala dengan bandol berlian hitam berbentuk kupu kupu. Sangat indah " Bagaimana sayang?". Tanyanya dengan suara tegasnya yang lembut. Aku tersenyum penuh haru lalu memeluknya erat. " Indah sekali ayah.. sangat indah, aku benar benar menyukainya." Ucapku parau hampir saja menangis. Dia mengusap punggungku penuh kasih sayang. " Kau jauh lebih indah Akira ayah sangat mencintaimu nak. Berbahagialah. Ini hari yang bahagia bukan? Kau adalah pengantin tercantik yang pernah ada." Ucapnya menghangatkan hatiku. Benar itu adalah hari pernikahanku Hari pertama aku bertemu dengannya Hari dimana aku pikir aku akan memulai kebahagiaanku Hari dimana aku berpikir aku tak akan menangis lagi setelahnya Benarkah? Sementara itu.. Beberapa kilo jarak dari sana.. Seseorang tampak asik menulis secarik surat diatas tandunya. Dengan senyum manisnya dia membayangkan wajah cantik sang pujaan. Gadis yang selalu memenuhi impiannya. " Exsaaa!!". Sebuah hentakan suara membuatnya membalik apa yang ia tulis seketika. Tandu itu berhenti dan seseorang masuk kedalamnya. " Apa apaan ini, kita hampir tiba dan kau masih belum memakai pakaianmu?". " Aah jeff kau menggangguku saja." Dengus Exsa kasar. " Aku akan terus mengganggumu sampai kau serius menyikapi pernikahan ini. Ayo pakai pakaianmu!". Tekan Jeffan lalu duduk didepannya. " Tak bisakah kau menggantikanku?". Jawabnya malas " Apa? Kau pikir ini ujian? Aku tak akan menggantikanmu lagi. Kau tahu Exsa, jika kau terus seperti ini kau akan malu. Phoenix adalah kerajaan yang besar dan cukup penting. Jadi... " Ok Ok !". Potong Exsa " Aku akan bersiap siap. Bawel. Kau membuatku pusing". Tekan Eksa lalu menarik serakan pakaiannya kasar dan mulai memakainya. " Baiklah aku akan menunggumu diluar yang mulia." Goda Jeffan kemudian beranjak keluar. Permainan ini benar benar melelahkan dan memuakkan bagiku Ini hanyalah sebuah permainan. Dan aku harus menikahi wanita asing hanya demi gadisku dayna menjadi ratu. Aku tidak benar benar ingin menikahinya saat itu Aku anggap ini ritual dan semua itu aku lakukan demi kekuasaan. Ayahku yang sekarat terlihat sangat bahagia mendengarku akan menikahi Akira yang bahkan namanya saja mirip sebuah lelucon Gadis mana yang mau disebut akira?? Nama yang aneh. Aku tertegun saat tandu dan pengiringku kembali bergerak. Alunan musik dari istana mereka mulai terdengar semakin keras. Dan saat aku melirik kecelah kain disisiku, aku mendapati sebuah pemandangan yang indah. Banyak rakyat yang berjejer di sekitar jalan dan menaburkan bunga pada kami. Mereka menjeritkan sesuatu bersamaan. Aku memasang telinga untuk mendengarnya. " Semoga kau berbahagia dengan mutiara kami pangeraann!!". Teriaknya Mutiara?? Aku tersenyum mendengarnya Seberharga itukah?? Aku akan menunjukkan kebenarannya, dia tak berarti apapun disisiku selain sampah yang akan aku singkirkan suatu hari nanti Saat aku sudah menjadikan Dayna sebagai ratu. Lalu pikiranku terhenti saat iringan kami sampai disana. Jeff membukakan tandu untukku. Dan seperti yang kuduga mereka terpesona menatapku, Aku memang terlalu berharga buat mereka. Dan mereka pantas menjadi bidakku. Istana ini cukup besar dan indah Dan suatu saat ini juga akan aku taklukkan. Bukankah aku akan menikahi putri mereka satu satunya? Itu artinya semua ini milikku? Aku benar benar beruntung memiliki sahabat sepintar Jeffan. Sambutan disini benar benar mengagumkan. Mereka menyambutku bagaikan raja. Memujaku ibaratkan dewa. Bahkan para pelayan yang berjejer rapi tak berkedip menatapku. Sejenak aku menikmati irama dan hiburan yang disuguhkan disini. Aku duduk disebuah kursi yang terbuat dari untaian sutra dan mutiara dan Jeffan berdiri disisiku. Aku pikir hatiku tak akan pernah tergerak saat aku memutuskan untuk datang kesini Tidak sampai.. ----- " Exsa..". Bisik Jeffan dengan senyum dan senggolan kecil menggoda dilengan pemuda berambut emas itu. Exsa menarik nafas berkali kali dengan pandangan yang seolah tak bisa teralihkan. Jika sebelumnya dialah pusat perhatian satu satunya. Maka saat ini seolah ada magnet yang langsung menarik jiwanya. Tidak sampai.. mataku tertahan olehnya.. Izika melangkah diantara bunga bunga yang mengiasi sepanjang jalannya. Rambut blonde panjangnya dihias dengan juntaian kristal yang begitu anggun dan mahkota kecil yang terbuat dari berlian biru dan putih. Gaun putih yang membalut ketat dibagian dadanya membuatnya terlihat sangat indah. Kulit putihnya yang sebening salju dan wajahnya yang begitu cantik sempurna. Mata azulnya seolah menambah daya pikatnya. Gaun dengan panjang 2 meter dibelakang dan belahan didepan membuat kakinya yang jenjang terekspos sempurna. Dia benar benar seperti wujud nyata dari putri dalam dongeng. Dan tak bisa dipungkiri semua mata yang ada disana tak mampu berpaling darinya termasuk Exsa. Pemuda itu menatapnya tanpa sekalipun berkedip. " Dia cantik bukan.?" Senyum Jeffan menatap Ekspresi sahabatnya. Exsa berdiri dengan senyum mengembang menyambut pengantinnya. Sementara Izika.. Diapun merasakan hal yang sama. Gaun yang menahan dadanya seolah bertambah sesak. Dengan tatapan malu malu dia mencoba menangkap sosok yang selama ini ada dimimpinya. Sosok pemuda berambut emas dengan jubah peraknya yang menjuntai menyentuh lantai. Kemeja dengan warna putih bertabur batu safir berkilau menambah keindahan wujudnya. Apakah ini benar benar nyata?? Ya tuhan rasanya aku akan mati Kakiku terasa lemah dan gemetar hanya dengan membayangkan dia berdiri didepanku.. Hingga ayah benar benar mengantarku berdiri beberapa meter didepannya. Izika mulai mengangkat wajahnya. Dan untuk pertama kalinya aku melihat wujud nyata darinya Setiap inci dari wajahnya begitu sama dengan apa yang mr. Vallen tunjukkan. Bibir merahnya yang menggoda, leher kokohnya, rahang tegasnya, rambut emas gelombangnya, mata biru rubinya yang lebih jernih dari batu permata, hidungnya yang terpahat sempurna. Tak ada kata indah yang bahkan mampu untuk mewujudkannya. Benarkah dia.. Akan menjadi milikku???
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD