-Author POV- Beberapa hari kemudian, Ferlyn di bolehkan pulang oleh dokter. Dia hanya terkena stress dan demam. Delvin pun dengan setia menemani Ferlyn di kamar inap rumah sakit. Sebenarnya pria itu malas menemani Ferlyn di rumah sakit. Karena kedua mertuanya sering menjenguk anak semata wayangnya, dengan berat hati Delvin membuang waktu kerjanya untuk menemani Ferlyn. Karena bagaimana pun juga, ia tidak mau kedua mertuanya curiga dengan hubungan mereka. Dan sekarang Delvin mengantar Ferlyn ke apartementnya. Sesampainya di apartement, Delvin menyuruh Ferlyn beristirahat kembali karena dia tidak sudi mengurus orang sakit. Apalagi Ferlyn, orang yang ia benci. Dan sayangnya orang yang ia benci adalah istrinya. "Kamu mau kemana?" Tanya Ferlyn. Delvin mendengus, "aku mau kemana-mana i

