Part 10

743 Words
Samantha dan Sean pergi berlibur dengan menggunakan private jet Sean. Samantha tak menyangka dalam waktu 4 tahun Sean bisa sesukses ini. Walau dia pernah naik private jet Nicholas tapi dia kagum akan sean yang bisa bangkit dari pemuda miskin bisa menjadi seorang miliyarder dan pengusaha sukses. "Kenapa kamu diam saja Sam? Tak suka dengan liburan kita?" tanya Sean. "Sean kamu kan tau kenapa aku tak suka," "Aku akan menceraikan Stella, setelah itu kita akan menikah," "Sean please... jangan lakukan itu pada kakakku," ujar Sam melihat Sean dengan tak suka. "Kalau begitu kau harus menikmati liburan ini atau kamu tau sendiri akibatnya Sam," ujar Sean kembali mengancaman dan menatap tajam Samantha. "Baiklah tuan pemaksa," kata Sam jengah. Samantha mengalihkan pandangannya menatap keluar jendela walau yang dilihatnya hanya langit tapi itu membuat sam lebih tenang. Flashback "Sam sebentar lagi aku akan lulus kuliah," kata Sean pada Sam. "Wow kau kuliah hanya 3 tahun Sean," kata Sam. "Iya sayang,"  "Tapi aku tak bisa melihatmu lagi di kampus," kata Sam. "Kita akan selalu bersama sayang... aku akan mencari kerja tapi tetap kerja part time di kafe, kamu bisa selalu datang ke apartemen ku dan setelah uangku cukup aku akan mencari apartemen yang lebih layak agar kamu merasa nyaman sayang" Sean mencium Samantha mesra. "Sam... Aku ingin meminta jatah ku" kata Sean manja pada Sam,. "Sean kita lagi dijalan, belum sampai di apartemenmu" "Ayoo dimobil sayang... sensasi yang berbeda kalau kita di mobil," kata Sean. "Benarkah? Aku mau Sean. Dimana pun aku akan selalu melayanimu Sean," Akhirnya Sean dan Samantha melakukan hubungan intim di mobil... sensasi yang mereka rasakan sangat berbeda ditempat yang sangat kecil mereka berbagi kenikmatan. Di mobil Samantha lebih memegang kendali, dia bergerak diatas Sean… bercinta di dalam mobil dengan ruang gerak yang terbatas membuat Samantha dan Sean mendapatkan kepuasan yang berbeda pula. Flashback off "Sayang kita sudah sampai," panggil Sean "Kenapa wajahmu merah sayang... kamu ingin bercinta denganku sayang." Sean menggoda Sam Samantha merasa malu dengan perkataan Sean, Sean bisa dengan mudah mengetahui apa yang dipikirkan Samantha. Samantha menjadi malu sendiri dengan lamunan nya tentang masa lalu mereka. Betapa nikmat dan indahnya saat itu, bercinta dengan sesuka hati mereka dimana pun dan kapanpun mereka mau tanpa ada rasa sakit dan rasa bersalah pada orang lain. Sampailah disalah satu hotel di Paris... Sam melihat pemandangan dari luar balkon menatap sekitarnya. "Sean... aku...." Samantha gugup entah kenapa karena lamunan tentang masa lalu mereka pernah bercinta di mobil membuat Samantha ingin melakukan hubungan intim dengan Sean. Walau Sean yang lebih sering memaksa Sam untuk berhubungan intim tapi Samantha sangat menikmatinya. Sean sangat perkasa di atas ranjang membuat Samantha selalu merasakan kenikmatan yang tak pernah dia rasanya. "Mandi yuk sayang," kata Sean lalu mengajak Samantha masuk kamar mandi. Samantah tak menolak lagi dengan sentuhan sentuhan Sean. Sam juga menginginkan setiap belaian dan sentuhan Sean. Di dalam kamar mandi mereka melakukan hubungan intim. Saling memberikan kepuasan dikamar mandi yang kecil itu. Setelah puas di kamar mandi Sean pun membawa tubuh Samantha di atas ranjang "Sam kamu tau kan kalau aku tak pernah puas jika hanya sekali" kata Sean menatap Samantha. "Iya aku sangat tau Sean dan aku siap melayani napsumu yang sangat besar itu" Sean melakukannya dengan cara yang berbeda... tak ada kelembutan seperti yang dulu tapi lebih kasar tapi Samantha malah menikmati dan menyukainya... "Aaah Sean... faster Sean... faster" teriak Sam Sean mendengar desahan Samantha menjadi semakin bersemangat menggerakan pinggulnya. "Kamu suka sayang...,” ujar Sean dengan suara seraknya "Iya sayang... aku suka, terus sayaang aaah lakukan lagi Sean. Nikmat bangeeet Seeeaaan," ujar Sam yang masih ingin lagi dan lagi. Sean yang belum mendapatkan pelepasannya melihat punggung berkeringat membuat tubuh Samantha begitu sexy...Permainan ranjang Sean membuat Samantha mendesah kenikmatan. Tak lama Sean akan mencapai klimaks dan dalam beberapa hentakan Sean mendapatkan klimaksnya. "Sam kamu begitu nikmat sayang, aku suka mendengarkan suara desahanmu dan meminta lagi dan lagi. Kamu sangat sexy sayang... jangan salahkan aku selalu kecanduan dengan tubuhmu," ujar Sean melihat Samantha yang wajahnya memerah. "Terima kasih sayang atas pelayananmu," kata Sean lagi lalu mendekap Sam dalam pelukannya "I love you Samantha," kata Sean Mereka tertidur bersama saling berpelukan mesra seakan tak ada lagi halangan bagi hubungan mereka. ********** Tanpa mereka tau samuel mengalami fase terberatnya... Pihak rumah sakit sudah menghubungi ponsel Samantha tapi tak ada jawaban lalu mereka menghubungi rumah Stella. Stella berlari di koridor rumah sakit, dia berkali kali menghubungi Samantha tapi tak ada jawaban, Stella menghubungi Sean yang mendapat jawaban... "Kamu urus saja orang tua itu, aku lelah" kata Sean lalu menutup teleponnya. Sean menatap Samantha dan Samantha sudah tertidur dengan nyenyak. Sean tak peduli mau Samuel mati pun Sean tak peduli sekarang yang dia pedulikan hanya Samantha. Sean pun tertidur kembali dengan memeluk Samantha. "Sampai kapan pun aku tak akan pernah melepaskanmu lagi Samantha" ujar Sean *********
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD