Part 9

931 Words
Pagi harinya Samantha merasakan tangan seorang pria mendekapnya. Pelukan pria itu terasa sangat hangat dan menengkan dirinya, pria itu adalah Sean, pria yang sangat dia cintai. "Sean..." panggil Sam. "Ada apa sayang, tidurlah kembali aku masih ingin bersamamu," ujar Sean dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Aku ingin mandi Sean," "Mau aku mandikan sayang," ujar Sean langsung bangun melihat Sam. "Aku bisa mandi sendiri." Sam langsung berdiri tapi Sean memeluknya lagi. "Aku akan tetap memandikanmu sayang," ujar Sean lalu mengangkat tubuh Samantha menuju kamar mandi. Samantha tau pasti Sean akan melakukannya hubungan intim di kamar mandi, dia masih ingat semua kelakuan Sean dulu. Pada akhirnya Sean masuk ke bathtub dan memeluk Samantha dari belakang dan memandikan, Sean menyentuh tubuh Samantha dengan penuh perhatian sambil sesekali menyentuh bagian intim Samantha. Menyentuh kedua gunung kembar Samantha yang sangat pas ditangan Sean membuat Samntha menggeliat di dalam bathtub. Samantha membalikan tubuhnya berhadapan dengan Sean dan duduk dipangkuan Sean, dia sudah sangat b*******h sekarang lalu memasukan junior Sean kedalam intinya. Menggerakan pinggulnya di pangkuan Sean, deru napas mereka saling beradu. Sean melihat wajah Samantha yang begitu sexy. "Sean aku tak punya baju," kata Sam "Lihatlah di lemari ada baju disana," "Baju siapa ini Sean, kenapa masih ada labelnya? Baju siapa ini?" Ujar Sam heran. "Baju untukmu... tadi saat kita mandi Carlos sudah ku suruh menyiapkan semua keperluanmu," Samantha dan Sean makan dalam diam. Samantha sibuk dengan segala pikirannya dan Sean hanya diam memperhatikan Samantha. "Kenapa kamu diam saja Sam?" tanya Sean. "Sean ini salah... aku tak mau jadi perusak rumah tanggamu," "Apa mau mu Sam!! Aku melakukan ini semua demi kamu... aku tak peduli apapun yang akan dikatakan dan dipikirkan orang lain." Sean marah dan memukul meja. "Ta.. tapi orang lain itu kakakku Sean," kata Sam pelan dan ketakutan saat Sean marah. "Kakak tiri sayang," kata Sean berusaha menahan suara marahnya. Sean tak ingin Samantha menangis. "Sudahlah... aku malas berdebat denganmu lagi," "Sean bukan itu maksudku.. please Sean jangan marah," "Kamu bersiap siap lah nanti siang kita akan liburan. Aku mau pergi sebentar ada beberapa urusan kantor yang harus aku selesaikan," ujar Sean dengan dingin. Samantha hanya menganggukan kepalanya, dia takut kalau sampai Sean marah dan jika dia tak menuruti perkataan Sean, Sean akan memberhentikan semua pengobatan Samuel. ************ Sean tiba dikantornya untuk membereskan semua perkerjaannya. Dia akan liburan selama beberapa hari dengan Sam. Sebenarnya Sean tak enak melihat Samantha selalu saja menangis dan merasa bersalah dengan hubungan mereka tapi dia tak bisa melepaskan Samantha. Dia hanya menginginkan Samantha bukan orang lain. Liburan... Sean tersenyum dia teringat bagaimana dia dulu dan Samantha liburan untuk pertama kalinya. Flashback "Kita liburan Sean," kata Sam antusias "Iya sayang dan kamu mau kemana?" "Kepantai Sean... aku sangat menyukai pantai," jawab Sam dengan bahagia dan memeluk Sean. Sean mati matian mengumpulkan uang dari tempat dia berkerja demi mengajak Samantha pergi untuk liburan. Dia ingin Samantha merasa bahagia, semenjak mereka berpacaran dia tak pernah mengajak Samantha berpergian. Hanya di kafe tempat dia berkerja, di kampus, apartement kecilnya dan sesekali pergi kebioskop saja. Jika Samantha berlibur dia akan pergi dengan keluarganya atau teman dekatnya Lisa dan Vie. Berkali kali Samantha mengaja Sean tapi malu dan tak percaya diri. Dia tak pernah mau ikut, Sean tau diri siapa dia. Tak mungkin bisa berpergian mewah seperti Samantha. Akhirnya Samantha dan Sean pun pergi kepantai... Sean memakai villa bos nya, untung bos nya sangat baik pada Sean sehingga meminjamkan villa nya. Bos nya tau kalau Sean berpacaran dengan anak Nicholas Cooper salah satu orang terkaya di California. Sean dan Samantha berlari lari dipantai menikmati liburan mereka. Mereka berciuman dan bermesraan layaknya pasangan yang sedang kasmaran. "Dunia terasa milik berdua yang lain ngontrak" mungkin itu pepatah yang tepat untuk mereka berdua. "Sam kamu suka villa nya?" Tanya Sean ”Aku menyukai Sean, dimana pun tempat itu berada asal bersamamu aku menyukainya," "Aku senang kamu menyukainya Sam... Kamu gadis special yang tak mungkin aku bawa di tempat yang tak pantas," ujar Sean melihat Samantha lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut tapi lama lama ciuman itu menuntut... Sean mencium leher Samantha dan membuatnya mendesah, Sean tak tahan dengan suara desahan Samantha. Sudah dari tadi Sean berusaha menahan napsunya pada Samantha apa lagi sekarang Samantha sangat sexy memakai bikininya. Sean melihat betapa indahnya semua bagian tubuh Samantha. Sean menyentuh gunung kembar Samantha dan terasa sangat pas ditengannya. Samantha menggeliat geli tapi nikmat ada sensasi berbeda saat Sean menyentuh bagian sensitifnya. Tangan Sean menyentuh bagian intim Samantha sambil terus berciuman dengannya. Jari jemari Sean masuk ke dalam bagian bawah Samantha menggerakan jarinya dibagian bawah sana. Samantha mengerang... "Aaaakh Sean" "Seaaaan akuuuuuuu aaaaaaaaakh" jerit Sam saat mendapatkan pelepasan pertama nya. Sensasi kenikmatan yang tak pernah dia rasakan. Sean lalu beranjak ke kamar mandi "Sayang kenapa pergi"tanya Sam "Aku tak ingin merusakmu sayang" "Lakukanlah Sean... lakukan apapun yang kamu mau, aku mencintaimu dan menyerahkan segalanya padamu" kata Sam “I’am yours” Sean tak membuang kesempatan ini, Sean kembali mencium bibir Samantha dengan sangat mesra dan lembut. Samantha merasakan sakit pada intinya saat Sean melakukan itu, Samantha meremas sprei menahan perihnya. "Relax sayang aku akan melakukannya perlahan, aku tau ini pertama bagimu... i love you Sam" ujar Sean agar Sam merasa santai dan bisa menikmatinya. Samantha merasakan nikmat yang luar biasa, walau sakit di awal tapi secara perlahan dia mendapatkan kenikmatan dan sensasi yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. I love u Sean... Flashback off Sean tersenyum teringat akan hubungan intim dia pertama kali dengan Sam... Sean yang dulu baru merasakan perawan sangat menikmatinya, tubuh Samantha bagaikan candu untuknya. Hampir disetiap kesempatan Sean dan Sam dulu selalu melakukan hubungan intim. Walau mereka sudah berpisah 4 tahun tapi rasa inti Samantha masih sama seperti dulu, membuat Sean selalu puas dan tak pernah bisa lepas dari Samantha. Dulu dia pernah melakukan hubungan suami istri dengan Stella meski hanya sekali di awal pernikahan dan selama hampir 6bulan menikah tak pernah lagi Sean menyentuh Stella. Nafsu dan kepuasan Sean hanya pada Samantha. ***********
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD