Part 8

726 Words
Samantha pergi bersama Sean ke salah satu apartement mewah di London. "Kita dimana Sean?" tanya Sam. "Apartemen ku," "Untuk apa kita kesini?" "Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu Sam." Sam mencium mesra bibir Sam, menyentuh dengan lembut leher jenjang Sam dengan lidahnya. Sam mengerang mendapatkan perlakuan Sean, lidah dan tangan Sean terus menyusuri tubuh indah Sam. Jari jemarinya menyentuh gemas kedua gunung kembar Sam, memainkan pucuk gunung kembar Sam dengan lidahnya. Sam menggeliat geli dan nikmat, Sean melanjutkan ke bagian bawah tubuh Sam. Sean membuka kedua paha Sam dan menenggelamkan kepalanya di daerah kewanitaan Sam. Rasa geli dan nikmat menjadi satu, Sean selalu bisa membuat Sam menikmati segala permainan Sean. "Aku ingin memasukimu sayang," Sam menganggukan kepalanya tanda dia menyetujui permintaan Sean. Dengan perlahan junior Sean masuk ke dalam inti Sam. Memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut dan beberapa hentakan membuat Sam menjerit kecil. Malam harinya... Sam terbangun dan tak melihat ada Sean berada di sampingnya, walau dia merasa lelah karena tadi siang melayani napsu Sean dan ingin  kembali tidur tapi dia harus segera kembali kerumah Stella. "Sam," panggil Sean Samantha pun menoleh pada Sean yang berpakaian rapi. "Ada apa Sean," "Kita di apartemen ku saja dulu, aku malas pulang kerumah..."  Sean yang berjalan menghampirinya "... kamu disini saja dulu aku mau pergi sebentar, kau jangan kemana mana dan jangan pakai baju cukup begitu saja,' ujar Sean. Sam hanya menganggukan kepalanya, mata nya melihat keluar jendela. Sam juga bingung harus pakai baju apa, bajunya sudah di sobek Sean saat mereka bercinta tadi. Perasaan bersalah kembali  dia rasakan, dia bingung bagaimana caranya menghadapi Stella. Dia menjadi perusak rumah tangga kakaknya sendiri. Setelah Sean pergi Sam menangis dia dilema. Dia mencintai Sean tapi tak ingin rumah tangga Stella hancur dan dia juga memikirkan daddy Samuel. ********* Malam semakin larut, Stella kebingungan Sam belum pulang kerumah. "Kenapa Sam belum pulang," ujar Stella cemas. Lalu Stella menghubungi Sean.. "Halo Sean maaf aku menghubungimu, " ujar Stella saat Sean mengangkat teleponnya. "Ada apa?" tanya Sean. "Sam.. dia belum pulang. Sam tak pernah seperti ini. Apa kamu tau dimana Sam?" "Entahlah.. dia bukan adik ku tapi adikmu hubungin saja adikmu itu," "Tapi Sam adik iparmu Sean," "Carilah sendiri, kamu ini menggangguku saja," Stella hanya menghela napasnya saat Sean memutuskan hubungan teleponnya secara sepihak. "Aku harus bersabar.. semua juga demi daddy Samuel," ujar Stella pada dirinya sendiri. Stella sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap Sean yang kasar dan acuh padanya. Stella ingin bercerai dengan Sean tapi dia masih ingat bahwa Sean lah yang membiayai seluruh pengobatan Samuel membuatnya ragu untuk bercerai. Ayah kandung Stella sekarang entah dimana, semenjak menjual Stella pada Sean, ayahnya menghilang. Daddy Samuel dulu juga sangat menentang pernikahannya dengan Sean dan sangat membenci Sean walau dia tak tau apa alasannya. Saat Sam dulu datang untuk melanjutkan kuliah di London, Stella merasa iri. Samuel lebih banyak perhatian pada Sam, walau bagaimana pun Sam anak kandungnya beda dengan dia yang hanya anak tiri Samuel. Menurut Stella, Sam sangat beruntung mempunyai orang tua yang sayang padanya walau sudah bercerai. Berbeda dengan dirinya mempunyai ayah kandung tapi tidak peduli padanya, semenjak ibunya Jean dan Samuel menikah Stella baru merasakan kasih sayang seorang ayah. Stella sempat heran dengan Sam, yang Stella tau Sam seorang gadis yang ramah dan ceria selalu tersenyum tapi sekarang berbeda Sam yang dulu Stella kenal berubah. Semenjak di London Sam lebih pendiam tidak seperti dulu lagi. Pernah Stella menanyakan pada Sam kenapa dia berubah tidak seperti dulu lagi tapi Sam tak menjawabnya. Apa lagi saat Stella dan Sean menikah, Samuel dan Jean kecelakaan membuat Sam semakin pendiam. Sehari sebelum Stella menikah dengan Sean tapi Stella tetap menikah dengan Sean. Setelah Stella menikah dengan Sean, Sam terlihat semakin sedih. Sam tak ingin tinggal di bersama dirinya dan Sean rumah Sean tapi Stella memaksa Sam harus tinggal dengannya, Stella tak tega kalau Sam tinggal sendirian di London. Stella tau Sam ingin kembali ke California tempat mommy kandungnya Ursulla tinggal tapi dia tak bisa meninggalkan daddynya yang koma di rumah sakit. Stella masih terus menghubungi ponsel Sam. "Iya Kak..." Stella sangat senang saat Sam akhirnya mengangkat telepon darinya. "Sam kamu dimana? Kenapa belum pulang juga ini sudah malam Sam," "Aku di rumah sakit kak, aku menemani daddy. Tadi pagi sempat kritis," ujar Sam berbohong. "Jadi kamu ga pulang malam ini?" "Tidak pulang kak," ujar Sam menahan tangisnya. "Sam.. kamu baik baik saja? Kenapa suaramu begitu?" Tanya Stella. "Aku baik baik saja kak, sudah yaa kak nanti aku hubungi lagi." Sam lalu mematikan ponselnya. Sam menangis lagi dia merasa bersalah sudah menjadi selingkuhan suami Stella kakaknya. "Kenapa hidupku begitu rumit," ujar Sam pada dirinya sendiri. Samantha tertidur dengan air mata masih membekas dipipinya. **********
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD