Samantha menangis teringat kenangan kenangan indahnya bersama Sean, masa masa mereka berpacaran dulu begitu indah. Sam tak ingin menyakiti perasaan Stella, dia harus meninggalkan London. Sam menghubungi Ursulla...
"Mom bisakah aku kembali ke California," kata Sam berbicara di telepon dengan Ursula
"Sam.. Samuel membutuhkanmu, tak mungkin merepotkan Stella yang tidak ada hubungannya darah dengan Samuel, lagi pula suami Stella sudah berbaik hati mau membiayai seluruh pengobatan mertua tirinya tersebut," ujar Ursulla memberikan nasihat pada putrinya.
"Baiklah mom"
Ursulla sebenarnya tidak tega membiarkan putrinya sendirian di London tapi dia tak bisa berbuat apa apa. Tak mungkin Ursulla meminta suaminya Nichollas untuk membiayai pengobatan Samuel mantan suaminya.
"Sam yang telepon sayang?" tanya Nichollas.
"Iya sayang.. aku tak tega juga dia harus merawat Samuel,"
"Sudahlah biarkan saja si Samuel itu meninggal jadi Sam tak perlu merawat Samuel dan bisa kembali ke rumah kita,"
"Nicho aku serba salah.. bagaimana pun Samuel seorang daddy yang bertanggung jawab atas semua biaya anaknya Sam walau kami sudah bercerai,"
"Jadi kamu tak menganggap aku ikut membiayai Sam," ujar Nichollas dengan suara tinggi.
"Bukan seperti itu Nicho.. kamu harus mengerti posisi Sam sayang,"
"Terserah kamu saja.. aku selalu menerima Sam dirumah ini, aku menyayangi Sam dia sudah kuanggap seperti putri sendiri,"
"Terima kasih sayang sudah menyayangi Sam seperti putrimu sendiri," kata Ursulla menatap Nicholas dengan mesra.
"Karena aku mencintai Ursulla,"
"Aku juga mencintaimu Nicho,"
***
Sam mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa biaya pengobatan Samuel di hentikan. Sam mengetahui hal tersebut adalah perbuatan Sean, dia pun segera datang ke kantor Sean.
"Maaf bisa saya bertemu dengan tuanh Sean Johanson," ujar Sam pada receptionis di lobby kantor Sean.
"Maaf nona sudah buat janji dengan tuan Johanson," kata resepsionis tersebut.
"Saya belum buat janji tapi tolong katakan pada sekertaris tuan Johanson kalau Samantha Cooper adik ipar nya datang ingin bertemu,"
"Sudah saya hubungi nona Cooper,"
"Terima kasih yaa,"
Tak lama orang suruhan Sean pun datang lalu menyuruh Sam menuju lift khusus CEO.
"Aku tak menyangka adik ipar bos kita secantik itu," kata resepsionis pada temannya yang berada lobby perusahaan.
"Iya kalau aku lebih memilih adiknya dibandingkan istrinya, istrinya tuan Johanson kan sombong wajahnya itu loh tak pernah tersenyum beda banget dengan adiknya ya. Aku rasa tuan Johanson pasti dilema melihat adik iparnya mana ada pria yang kuat melihat adik ipar nya cantik seperti itu," kata mereka yang kagum melihat kecantikan Sam.
"Kau sudah datang Sam," ujar Sean dengan santai seperti sudah mengetahui kalau Sam akan datang ke kantornya.
"Apa maksudmu memberhentikan pembiayaan daddyku Sean,"
"Ini lah akibatnya jika kau ingin pergi dariku Sam." Lagi-lagi Sean mengancam Sam.
"Please jangan Sean.. aku akan melakukan apapun agar kau tidak memberhentikan pengobatan daddy Sean," Sam memohon dan menangis dia takut dengan ancaman Sean.
"Jadilah kekasihku yang penurut Sam," ujar Sean sambil berjalan menghampiri Sam dan menghapus air mata yang jatuh dipipinya.
"Aku mencintaimu Sam," Sean memeluk Sam.
Samantha tak bisa berbuat apapun dan tak berdaya menolak Sean. Walau hubungannya dengan Sean sudah berakhir 5 tahun yang lalu tapi Sam masih mencintai Sean.
"Kamu tak ingat masa indah kita dulu Sam,," Sean melihat mata indah Samantha.
"Maafkan aku Sean karena dulu meninggalkanmu,"
"Aku memaafkanmu Sam.. aku tau kau melakukan itu semua karena aku dan nenekku,"
"Walau nenekku sudah meninggal tapi aku berterima kasih padamu, nenekku bisa mendapatkan perawatan dan pembiayaan di rumah sakit karena pengorbananmu Sam,"
"Kamu sudah tau alasan ku meninggalkanku 5 tahun yang lalu Sean?" kata Sam tak percaya.
"Ya aku tau Sam, Aku mengetahui alasanmu meninggalkanku," ujar Sean dengan mata berkaca kaca mengingat dia dipenjara karena tuduhan mencuri uang di kafe tempatnya bekerja padahal itu perbuatan temannya dan menjebak Sean yang memang sedang membutuhkan biaya pengobatan nenek nya.
Sam yang mengetahui itu semua berusaha memohon pertolongan pada Nichollas dan Ursulla. Nichollas bersedia membantu karena tidak tega melihat Sam menangis memohon bantuannya tapi Nicholas tak bisa membantu lebih karena Samuel menentang itu semua. Samuel akan mengijinkan nya membantu Sean dan nenek nya tapi dengan syarat Sam harus meninggalkan Sean dan pindah ke London.
Dengan terpaksa Sam bersedia melakukan apa yang diinginkan Samuel. Akhirnya Nicholas menjamin Sean dari penjara dan membiayai pengobatan nenek Sean. Sam meninggalkan Sean begitu saja tanpa penjelasan tapi Nicholas tak ingin Sean membenci dan menyalahkan Sam, Nicholas mengatakan semua pengorbanan Sam untuk Sean. Sean sangat sedih dan kecewa, keadaan dan kemiskinannya membuat dia tak berdaya.
Tapi sekarang berbeda!!!
Sekarang Sean sangat kaya bahkan lebih kaya dari Samuel.
"Aku sangat mencintaimu Sam," ujar Sean melihat Sam dengan tatapan yang sulit diartikan...
"Aku juga mencintaimu Sean."
************