Masa Lalu 3

750 Words
Flashback Sebulan kemudian.. Sudah sebulan Sean dan Samantha menjalani hubungan mereka, Sam tak peduli dengan cibiran banyak orang yang mengatakan Sean tak pantas untuknya. Baginya dukungan para sahabatnya Lisa dan Vei sudah lebih dari cukup, mereka tau perjuangan Sam untuk bisa dekat dengan Sean. Sean sebenarnya sangat senang bisa berdekatan dengan Sam, gadis yang dia cintai dalam diam sekarang berada di sampingnya seorang pemuda miskin yang tak pantas untuk Sam. Sean melihat ada banyak pria menatap dia iri padanya membut Sean merasa bingung menjadi kekasih Sam itu musibah atau keberuntungan. Sudah seperti kebiasaan Sean selalu membawa Sam ke apartementnya. "Sean walau apartementmu kecil tapi nyaman dan rapi deh" "Jika kau tak nyaman kamu pulang aja, aku mau berangkat kerja dulu" "Aku ingin ikut sean" ujar Sam manja pada Sean. "Terserah tapi kamu datang sebagai pelanggan yaa dan jangan mengganggu aku" "Siap bos" Akhirnya Sam mengantarkan Sean dengan mobil ferrarinya karena motor Sean masuk bengkel. Walau sudah berkali kali Sean menolak diantar oleh Sam dan ingin naik bus saja tapi Sam tetap bersikeras untuk ikut dengan Sean tak perduli naik bus atau jalan kaki sekalipun. Sean tak biasa membiarkan Sam naik bus akhrinya dengan terpaksa Sean menurutin keinginan Sam. Sean tak tega jika nona manja, kaya itu kepanasan, apa lagi banyak kaum pria di bus yang pastinya akan mencolek colek tubuh Sam yang sexy. Semua teman Sean sesama kerja di kafe melihat tak percaya Sean turun dari mobil ferrari dan saat Sam turun dari mobil dan berlari mendekati Sean sambil menggandeng lengan Sean mereka semakin tak percaya lagi. "Sean kau dapat lotre dari mana bisa berkencan dengan anak orang kaya" kata Alvin teman Sean "Entahlah Vin.. aku aja ga percaya kalau aku bisa menjadi kekasih Sam" ujar Sean yang benar benar tak percaya diri saat dengan samantha. Sam sangat ramah pada teman dan bos Sean. Walau Sam anak orang kaya tapi dia rendah hati dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan. Sean melihat Sam dengan berbeda, dia tak menyangka Sam bisa bergaul dengan cepat dengan teman temannya yang secara ekonomi dibawah Sam. Tanpa terasa hari semakin malam.. kafe akan segera tutup dan Sam masih setia menemani Sam disana. "Sam aku akan mengantarmu pulang lalu aku akan pulang" "Jangan Sean biar aku yang mengantarmu pulang lalu aku bisa pulang sendiri" "Kamu bisa nurut ga sama aku? Kalau kamu seperti ini jangan pernah ke kafe ku lagi" ancam Sean. "Iya deh" "Begitu dong" ujar Sean sambil mencubit pipi Sam. Sean tak rela jika Sam pulang sendiri ke rumahnya, seharusnya dia yang menjaga Sam bukan sebaliknya. Sean meminta Sam menurunkannya di depan gerbang rumah mewah gadis itu. Sean sangat tak percaya diri melihat rumah mewah orang tua Sam. "Cup" tiba tiba Sam mengecup pipi Sean sesaat keluar dari mobil Sam. "Terima kasih" ujar Sam dengan wajah yang memerah. Sean pergi dari rumah mewah tersebut.. Sesampainya di apartementnya, Sean tersenyum senyum sendiri memegang pipinya, dia tak menyangka Sam berani mencium pipinya. ****************** Keesokan harinya.... "Seaaaan..." "Kenapa sam" "Aku bosan sean" "Tunggu sebentar aku belum selesai mengerjakan tugas ini" "Sean.." "Seeeaaan" "Seeeeaaaaaaan" "Sebentar sam" ""..cup... Sam mencium pipi Sean. Samantha duduk di pangkuan Sean. Sean langsung melihat Sam yang tersenyum padanya, Sean selalu terpesona dengan senyuman dan mata nya yang indah gadis yang dia cintai. Apa lagi Sam, tugasku sebentar lagi selesai" "Anak gadis ga boleh sembarang cium cium pipi laki laki loh" "Kalau cium pipi ga boleh berarti cium bibir boleh donk" ujar Sam langsung membuat bibirnya seperti duck face. Sean yang melihat itu mau tak mau tertawa "Kenapa bibir mu Sam?" "Aku ingin di cium di bibir, katamu di pipi ga boleh" "Ciuman di bibir bukan seperti itu" kata Sean masih saja tertawa. "Jadi bagaimana? ajarin aku Sean" Sean kaget dengan perkataan Sam yang minta diajarin ciuman, Sean tak percaya Sam belum pernah berciuman. Melihat cara nya suka berpakaian sexy, glamor, kaya, pergaulannya bebas dan banyak teman pria membuat Sean berfikir mungkin saja Sam sudah tak perawan lagi. Cara Sam mendekati Sean secara agresif, memeluknya walau pun sebenarnya Sean senang senang aja dengan yang Sam lalukan tapi dia sering kali tersiksa juniornya meronta ronta minta dihangatkan. s*x bukan hal yang tabu untuk Sean dulu dia sering melakukan hubungan seksual dengan mantan kekasihnya Mila. "Memang kamu belum pernah ciuman Sam" "Belum Sean.. kamu kan pacar pertamaku" "Melihatmu bergaul dengan bebas aku merasa ragu Sam" ujar Sean tak percaya. "Terserah percaya atau tidak" Sam lalu bangkit dari pangkuan Sean dengan wajah kesal. Sean menarik tangan Sam dan mendudukannya kembali di pangkuannya dan mencium bibir Sam perlahan. Sam yang tak tau rasanya ciuman menjadi tak percaya rasanya sangat nikmat.. "Buka bibirmu sam" Sean langsung menciumin bibir Sam dengan mesra. Sean melepaskan ciumannya, Sam hanya bisa terdiam tak percaya.. "Sean seperti ini kah ciuman?" "Iya" "Aku ingin lagi Sean, ajari aku seperti lidahmu itu Sean.. rasanya beda enak Sean" "Kau gila" Ujar Sean lalu kembali mencium bibir gadis yang dia cintai tersebut. *********
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD