Masa Lalu 2

931 Words
Falshback 5 tahun yang lalu "Sean" teriak Samantha memanggil Sean. Sean memilih tak peduli saat mendengar Samantha teriak memanggil namanya "Sean please.. aku ingin kita kenalan" "Kau sudah tau namaku buat apa kenalan" Sean berpura pura tak peduli lagi walau sebenarnya dia sangat senang bisa bertemu denban Sam. "Kan hanya aku yang tau namamu Sean tapi kamu ga tau namaku" ujar Sam dengan cemberut. "Sudah sana jangan ganggu aku, aku dan kamu berbeda" Sam tak peduli dengan penolakan Sean, dia terus mengejar Sean sampai pria itu mau menjadi kekasihnya. Sam sudah mengetahui kalau Sean berkerja sambilan di salah satu kafe dan tinggal dilingkungan jauh berbeda dengannya. Sam juga mengetahui kalau orang tua Sean sudah meninggal dan tinggal seorang neneknya di pinggiran kota. Perjuangan hidup Sean semakin membuat Sam kagum padanya. Sean tampan, pintar dan pekerja keras. 6 bulan sudah terlewati Sam tanpa lelah terus mengejar Sean, walau berkali kali Sean tidak memperdulikannya. "Sam.. Sam itu Sean" kata Lisa memberitahu Sam. "Ooh" sahut Sam dengan tak bersemangat. "Biasanya kamu bisa dengan semangat mengejar ngejar Sean" tanya Vie dengan heran dan Lisa juga menunggu jawaban Sam. "Males, aku udah ga mau mendekati Sean lagi" "Loh kenapa?" "Aku kemarin seperti biasa mendekati Sean dan bawa nasi goreng dan seperti biasa dia menolakku... "Itu sih kejadian sehari hari Sam kamu ditolak udah kayak direject panggilan telepon" "Nah itu dia setelah aku kasih nasi goreng buatan aku trus aku langsung pergi. Aku penasaran, diem diem mau liat Sean makan nasi goreng, Nah pas disitu aku ngeliat ada Jerry yang nanya tentang apa hubungaku dan Sean, aku mendengar Sean bilang kalau ga ada hubungan apapun denganku lalu bilang kalau Jerry mau mendekati aku silahkan saja, katanya aku terobsesi pada Sean dan aku hanya parasit yang mengganggu dia" "Waduh.. ga enak banget sih ucapan Sean tapi bener juga sih Sam, kamu tuh kayak terobsesi sama Sean" "Makanya aku putuskan untuk menyerah pada Sean" "Apapun itu asal kamu udah yakin dengan keputusanmu,kami akan selalu mendukungmu Sam" ujar Vie mencoba memberi Sam semangat. 3 hari kemudian... Sean merasa heran dengan Sam, gadis itu sudah tiga hari tak memperdulikannya dan saat mereka tak sengaja berpapasan Sam seakan tak melihat ada dia disana. Sean merasa sepi.. dia mulai terbiasa selama 6 bulan selalu ada Sam. Wajah Sam yang selalu ceria dan tersenyum padanya seakan tak mau hilang dari pikirannya. Seminggu kemudian... Sean sangat kesal dengan pemandangan yang ada dihadapannya, dia melihat Jerry dan Sam duduk dikantin kampus walau ada beberapa teman teman mereka disana. Saat Sean melihat Sam gadis itu membuang muka seakan tak ingin melihat Sean. Sean makin kesal saat melihat tangan Jerry menyentuh bibir Sam saat ada sisa makanan diujung bibir gadis itu, ingin rasanya Sean mematahkan tangan Jerry yang telah menyentuh bibir gadisnya tapi tunggu dulu sejak kapan Sam menjadi gadisnya? Dia saja sering menolak dan tak bersikap kasar pada Sam. Sean memilih meninggalkan kantin kampus, dia cemburu dan sangat jengkel dengan pemandangan yang memuakan itu. Sam hanya melirik sekilas saat Sean pergi meninggal kantin, terlihat jelas di wajah Sean kalau lelaki itu tak suka jika melihatnya dengan Jerry. Sean terus melihatnya dengan tajam, Sam berfikir apa mungkin Sean menyukainya? Sean selama ini kan tak pernah memperdulikannya tapi kenapa Sean sekarang seperti cemburu padanya. "Sam boleh ga aku nganterin kamu pulang" tanya Jerry pada Sam. "Hmm sorry Jerry aku bawa mobil tak mungkin kan aku meninggalkan mobilku dikampus" "Kalau gitu besok aku akan menjemputmu dan mengantarkan kamu pulang, kamu mau ga Sam?" "Besok aku kabarin yaa" Keesokan harinya... Setelah selesai mengikuti pelajaran mata kuliah Sam bergegas untuk pulang, dia tak ingin bertemu dengan Jerry. "Aduuh kenapa lagi nih mobil kok ban nya pake kempes sih, mana 2 lagi" ujar Sam kesal melihat 2 ban mobilnya kempes. "Kenapa Sam?" Jerry tiba tiba sudah ada di sampingnya. "Eeh Jerry.. ini mobilku bannya kemper" "Kok bisa sekali kempes 2 ban?" "Iya nih aku bingung" "Aku anterin kamu pulang yaa" "Ga usah Jer, aku udah mau dijemput kok" tolak Sam dengan halus. "Ayo lah Sam jangan seperti itu..." Jerry meletakkan tangannya di pinggul Sam. "Eeh Jer tolong lepasin aku dan tanganmu jangan seperti ini" "Sam aku suka padamu!!! Jangan menolakku lagi" tiba tiba Jerry bersuara dengan keras pada Sam dan berusaha mencium bibirnya. Samantha menutup bibirnya tak akan dia biarkan Jerry mencium bibirnya. "Brug" tiba tiba Jerry terjatuh. Sean berada disana memukul Jerry dengan keras. "Ooh ada pahlawan kesiangan disini" ujar Jerry lalu Sean kembali memukul Jerry, mereka terlibat perkelahian tapi Sean terus saja memukuli Jerry sampai wajah babak belur. "Sean sudah Sean" ujar Sam sambil memeluk pinggang Sean. "Kamu baik baik saja Sam?" tanya Sean khawatir pada Sam. "Aku baik baik saja tapi wajahmu Sean" "Udah ga usah khawatirkan tentang aku yang penting kamu baik baik saja" Samantha menganggukan kepalanya. "Ayo kita pergi" ajak Sean. "Iya tapi mobilku" "Apa ga ada orang yang bisa mengurus mobilmu?" "Ada nanti aku hubungi daddy" Sean menggandeng tangan Samantha pergi dari tempat tersebut dan Jerry terkapar disana. Sam naik motor Sean, dia sangat bahagia bisa berduaan bersama Sean. Hingga tanpa terasa mereka tiba disebuah apartement kecil. "Maaf apartementku hanya kecil" ujar Sean. "Ga apa apa asal bersama kamu" Sam mengobati luka luka diwajah Sean, Sean hanya meringis kecil saat Sam tak sengaja menekan luka diwajah Sean. "Maafkan aku" ujar Sean dengan suara nyaris tak terdengar. "Apa Sean?" "Aku minta maaf atas semua perlakuanku padamu, aku salah sudah bersikap kasar padamu" "Aku ga apa apa kok Sean, aku ngerti kalau aku hanya parasit yang menganggu kamu" "Tapi aku suka dengan parasit itu" Samantha kaget mendengar perkataan Sean. "Apa maksudmu Sean?" "Aku menyukaimu Sam" "Apa? Apa aku ga salah dengar?" "Maaf aku tidak pantas denganmu" "Ga Sean... aku.. aku yang lebih menyukaimu" Sean tersenyum melihat Sam, Sam terpesona dengan senyuman Sean. Belum pernah dia melihat Sean tersenyum padanya. "Sean mau ga kamu jadi kekasihku" kata Sam memberanikan dirinya. "Kita jalani saja yaa" "Iya Sean asalkan denganmu aku mau jalani seperti apapun aku mau" Sean lagi lagi tersenyum pada Sam, Sam sangat bahagia bisa bersama dengan Sean tak percuma usahanya selama 6 bulan lebih mendekati Sean.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD