(10) 9- Unwanted

1539 Words

Di sebelah Aliya masih duduk seseorang yang Aliya amat sangat tidak suka dan Adrian nampaknya juga risih dengan kedatangan Inesia yang tiba-tiba dan langsung duduk di antara mereka padahal Adrian ingin mengobrol dengan Aliya saja. Dengan sesekali melirik Inesia di samping, Aliya masih terus mengunyah makan siangnya dengan tidak semangat. Nasi campur yang biasanya lezat jadi kurang rasa akibat Inesia terus mengoceh sejak tadi tak henti-henti padahal jelas sekali Adrian mengacuhkannya. "Kalau tinggal di sini ya dok, uh, harus sabar. Apalagi sama macetnya Kemang, duh." repetnya tidak selesai-selesai. Aliya ingin sekali menegur tapi ia tak ingin memancing keributan apalagi di jam makan siang seperti ini. Tidak tidak. "Maaf ya, dokter Ines. Anda tahu kan adab saat makan? Apa kita diperboleh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD