"Apa? Ke Surabaya? Lagi?" pekik Aliya kencang sesaat setelah mendengar Mamanya ingin pergi ke Surabaya bersama Papa dan para krucils menghadiri undangan akikah anak kedua dari Bagus dan istrinya, Hanum. "Iya, Kak. Ayolah, sekali ini aja. Ya?" mohon Mai sekali lagi, sudah bertahun-tahun sejak kejadian itu Aliya tak pernah mau dan tak sudi lagi menginjakkan kaki di rumah neneknya itu. "Once i told that i don't want to go. No i don't, Ma. I'm sorry. Never!" tegas Aliya sekali lagi. Mai sudah tahu jika akhirnya akan seperti ini lagi, tapi bagaimana jika Hardi terus memaksanya untuk membujuk anak sulung mereka itu untuk ikut? "Kak, i begged on you. Please. Ini terakhir, Mama janji." pinta Mai sekali lagi. "No! Aliya sibuk, Ma. Maaf!" katanya lalu bangkit dari kursi makannya. "Al berangkat,

