Ayah Terhebat 46

1916 Words

"Kak ...." Ratih bergerak pelan saat membuka pintu kamar Fatih dengan satu tangan memeluk boneka tedy bear ya, memang sejak satu minggu tinggal di rumah baru ini, mereka tidak tidur satu kamar lagi. Fatih yang melihat kedatangan adiknya langsung duduk. "Kenapa?" tanyanya. Ratih naik ke atas tempat tidurnya, lalu berbaring telentang di sana, menatap langit-langit kamar. "Ayah mana, ya, Kak? Kok nggak pernah kelihatan lagi, apa Ayah pergi?" tanya gadis kecil itu. Fatih seketika mengerjap lambat, menatap Ratih yang berbaring lantas ikut melakukan hal yang sama. "Kenapa setelah satu minggu, kamu baru tanyain Ayah?" "Aku kangen. Ayah lagi apa, ya, sekalang?" tanya Ratih lagi, kali ini dengan tatapan sendu. Anak tetaplah anak, dia akan merindukan orang tuanya setelah kian lama tak bertatap m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD